Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas dan reproduktivitas ternak. disamping itu, pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha peternakan, karena memiliki kontribusi sebesar 70-80% terhadap keseluruhan biaya produksi. beberapa faktor yang mempengaruhi keterbatasan penyediaan hijauan pakan adalah konversi lahan dari padang pengembalaan ke pembangunan infrastruktur dan faktor cuaca (musim panas dan hujan). oleh karena itu perlu dicari alternatif penganti hijauan pakan. salah satu alternatif untuk menanggulangi ketersediaan pakan yang terbatas tersebut adalah penggunaan limbah pertanian dan industri petanian. berbagai limbah pertanian dan industri pertanian selama ini telah digunakan sebagai pakan seperti bungkil sawit, daun dan pelepah sawit, bungkil kedelai, jerami jagung, jerami padi, kulit buah kakao. salah satu bahan pakan limbah industri pertanian (industrial by product) yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak adalah ampas sagu. namun ampas sagu memiliki kandungan nutrisi yang sangat rendah dimana kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar berkisar 1,36%. fermentasi merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kualitas pakan. dengan fermentasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pakan melalui degradasi serat kasar, mengurangi kadar lignin dan senyawa anti nutrisi, sehingga nilai kecernaan pakan asal limbah dapat meningkat. tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang kualitas complete feed berbahan dasar ampas sagu yang difermentasi dengan level inokulum berbeda. pengamatan dan analisa kimia fermentasi complete feed berbahan dasar ampas sagu telah dilakukan di laboratorium ilmu nutrisi dan teknologi pakan jurusan peternakan fakultas pertanian universitas syiah kuala darussalam banda aceh. pengamatan berlangsung dari tanggal 26 juli 2017 sampai 16 agustus 2017. bahan pakan complete feed disusun berdasarkan kebutuhan ternak domba dengan komposisi ampas sagu sebanyak 40%. perlakuan pada pengamatan ini adalah level inokulan yang berasal dari produk komersial (sbp-saus burger pakan) yaitu p0 (kontrol-tampa penambahan sbp), p1 (0,5% sbp), p2 (1% sbp) dan p3 (1,5% sbp). setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 10 unit perlakuan. complete feed difermentasi selama 21 hari. parameter yang diamati adalah bentuk fisik dari complete feed fermentasi (warna, tekstur dan bau) serta komposisi kimi (bahan kering, serat kasar, protein kasar dan abu). hasil pengamatan menunjukan bahwa karakteristik fisik complete feed yang difermentasi dengan level berbeda memiliki karakteristik fisik yang lebih baik baik warna, bau dan tekstur. sementara kelembaban produk fermentasi tidak berbeda dibandingkan dengan kontrol. hasil analisa kimia complete feed yang difermentasi dengan level inokulum berbeda selama 21 hari tidak berpengaruh terhadap kandungan serat kasar, namun terjadinya peningkatan kadar protein dan abu.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI NILAI NUTRISI FERMENTASI COMPLETE FEED BERBAHAN DASAR AMPAS SAGU DENGAN LEVEL INOKULAN BERBEDA LAPORAN TUGAS AKHIR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : KECERNAAN IN VITRO PAKAN KOMPLIT BERBASIS AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI DENGAN KADAR AIR BERBERDA (Rauzatul Jannah , 2016)
Abstract
Baca Juga : EVALUASI KECERNAAN AMPAS TEBU AMONIASI DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN TRICHODERMA HARZIANUM DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL TEPUNG SAGU SECARA IN VITRO (Zidni Al-Firdausyi, 2016)