Abstrak bekerja sebagai pemulung memberikan pengalaman yang positif dan negatif. hal ini berkaitan dengan harga diri dan tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan individu. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan subjektif dengan penerimaan diri pada pemulung di banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode non probability sampling dan teknik sampling insidental, yang melibatkan 94 pemulung yang terdiri dari 48 laki-laki dan 46 perempuan (17-65 tahun). kesejahteraan subjektif diukur menggunakan satisfaction with life scale (swls) dan scale of positive and negative experience (spane), sedangkan penerimaan diri diukur dengan menggunakan berger’s self-acceptance scale. analisis data menggunakan analisis korelasi spearman-brown formula dengan hasil koefisien korelasi (r)=0,036 dan nilai signifikansi (p)=0,727 (p>0,05). hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kesejahteraan subjektif dengan penerimaan diri pada pemulung. namun, apabila dilihat secara terpisah, lebih dari 50% pemulung berada pada kategori tinggi, baik untuk kesejahteraan subjektif (67%) maupun penerimaan diri (61,7%). hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor dalam memaknai kehidupan. kata kunci: kesejahteraan subjektif, penerimaan diri, pemulung, banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PEMULUNG. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2018
Baca Juga : MODEL MEDIASI DAN MODERASI PENGARUH KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF (STUDI PADA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA BANDA ACEH) (Sayed Farid Amroji, 2025)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN ALTRUISME DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA KOTA BANDA ACEH (Ahmad Ihsanuddin, 2025)