Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak menular yang terus menjadi masalah besar di bidang kesehatan masyarakat di dunia.diagnosis diabetes melitus harus didasarkan atas pemeriksaan gula darah seperti pemeriksaan gula darah puasa, gula darah postprandial dan hba1c, untuk mengetahui pengendalian metabolisme gula darah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gula darah puasa dan gula darah postprandial dengan hba1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. penelitian ini adalah suatu observasional analitik dengan desain cross sectional. data penelitian diolah dengan ujispearman-rank terhadap 500 sampel yang diambil melalui tenik total sampling. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gula darah puasa dan postprandial dengan hba1c (r=0,473; p=0,000) serta gula darah postprandial dengan hba1c (r=0,469; p=0,000). kesimpulannya terdapat hubungan yang kuat, signifikan dan searah antara gula darah puasa dan gula darah postprandial dengan hba1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. kata kunci: gula darah puasa, gula darah postprandial, hba1c, diabetes melitus
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN GULA DARAH PUASA DAN POSTPRANDIAL DENGAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES DAN KONTROL GULA DARAH TERHADAP DERAJAT PROTEINURIA PADA PASIEN DA (Nurjanah Medika Putri Zendroto, 2024)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI ENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (DELLA ZATIRA, 2025)