Abstrak kulit pisang memiliki kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. dalam proses pembuatan bioetanol kandungan lignoselulosa pada kulit pisang dihidrolisis terlebih dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana yaitu glukosa dengan hidrolisis asam menggunakan hcl dengan variasi konsentrasi 0,3 m, 0,5 m dan 0,7 m. hasil hidrolisis difermentasikan menggunakan saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu 3, 5 dan 7 hari. selanjutnya hasil fermentasi di destilasi pada suhu 83 0c. kadar etanol terbanyak didapatkan pada fermentasi hari ke 5 pada konsentrasi 0,7 m sebesar 0,0684 gram etanol / gram kulit pisang. kata kunci : bioetanol, kulit pisang, hidrolisis asam, fermentasi, ragi, destilasi, kadar etanol
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG KEPOK DENGAN FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN KULIT BUAH PISANG KEPOK DAN AMPAS KELAPA FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DERAJAT KESEHATAN IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS). (Salsabilla Putri Ananda, 2024)