Abstrak salah satu penyebab bencana banjir di pesisir pantai yaitu penebangan pohon mangrove, dan juga pengalihan fungsi tambak hutan mangrove menjadi lahan sawit atau kawasan penduduk. oleh karena itu, konservasi hutan mangrove dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak bencana. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat desa leuge terhadap konservasi hutan mangrove dan ancaman bencana sebelum dan sesudah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami (tahun 2004); mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan persepsi masyarakat desa leuge terhadap konservasi hutan mangrove; dan juga faktor dominan yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam konservasi hutan mangrove. jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. subjek penelitian adalah masyarakat desa leuge dimana data penelitian didapat dari hasil observasi dan wawancara. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat desa leuge sudah memiliki kesadaran bahwa konservasi hutan mangrove memiliki hubungan dengan ancaman bencana yang terjadi setiap tahun. hal ini dikarenakan masyarakat merasakan langsung dampak negatif sebagai hasil dari kerusakan lingkungan, sehingga mendorong masyarakat merubah pola fikirnya terhadap program konservasi. persepsi ini berbeda dengan sebelum tahun 2004. dalam hal ini, perubahan persepsi masyarakat desa leuge dipengaruhi oleh empat faktor yaitu ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan kepemimpinan. faktor ekonomi adalah faktor yang sangat dominan yang mempengaruhi perubahan persepsi masyarakat. kata kunci: persepsi, konservasi, hutan mangrove, konservasi hutan mangrove, bencana, desa leuge
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HUTAN MANGGROVE DAN BENCANA DI DESA LEUGE KABUPATEN ACEH TIMUR. Banda Aceh Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : ANALISIS KONFLIK MANUSIA DENGAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS)DI KECAMATAN PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR (Fahmy Armanda, 2017)