Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas dan reproduktivitas ternak, disamping beberapa faktor lainnya seperti genetik, pengontrolan penyakit, dan manajemen pemeliharaan. biaya produksi pakan mencapai sekitar 80% dari total produksi, oleh karena itu perlu dicari bahan pakan dengan biaya yang murah. penggunaan bahan pakan dari limbah pertanian dan perkebunan merupakan salah satu alternatif untuk menurunkan biaya produksi. namun bahan pakan yang berasal dari limbah industri pernatanian memiliki kualitas yang rendah ditandai dengan tingginya kadar serat dan kecernaan yang rendah. beberapa metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan pakan yang berkualitas rendah adalah dengan cara fisik, kimia dan biologi. kulit kopi adalah salah salah satu limbah perkebunan yang tidak digunakan secara maksimal selama ini, sementara pada kulit kopi masih terdapat bahan yang dibutuhkan ternak dengan menerapkan metode peningkatan kualitas pakan. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan kulit kopi yang difermentasi dengan bahan fermentasi komersil (saus burger pakan-sbp) dengan perbedaan jumlah inokulan yang berbeda.. penelitian ini dilaksanakan dari bulan juni sampai dengan agustus 2017 di laboratorium ilmu nutrisi dan teknologi pakan (lintp), jurusan peternakan fakultas pertanian universitas syiah kuala. kulit kopi yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari perkebunan rakyat kabupaten benar meriah. setiap perlakuan fermentasi kulit kopi ditambahkan molases 2%, tepung sagu 3% dan urea 0,1 % dari bahan kering kulit kopi yang berfungsi sebagai substrat untuk mempercepat proses fermentasi pakan. perlakuan berupa kulit kopi yang difermentasi yang telah dicampur dengan semua bahan substrat ditempatkan pada wadah fermentasi dan disimpan selama 21 hari. rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini adalah pemberian sbp dengan level yang berbeda. p0 (kontrol), p1 (kulit kopi + sbp 0,5%), p2 (kulit kopi + sbp 1%), dan p3 (kulit kopi + sbp 1,5%). data yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan nutrisi kulit kopi setelah fermentasi yang terdiri dari bahan kering, serta kasar, lemak kasar, abu dan betn. data dianalisis menggunakan analisis of varian (anova) dengan rancangan ral. apabila terdapat perbedaan antar pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda duncan (duncan multiple range test/ dmrt) hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sbp dengan level yang berbeda berpengaruh sangat nyata (p0,05) terhadap kandungan serat kasar, nilai ph, protein kasar, lemak kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen kulit kopi fermentasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KANDUNGAN NUTRISI KULIT KOPI (COFFEA SP) YANG DIFERMENTASI DENGAN BAHAN FERMENTASI KOMERSIL PADA LEVEL BERBEDA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PEMANFAATAN KULIT BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) PADA PRODUKSI PAKAN FERMENTASI DAN EFEKNYA TERHADAP BOBOT BADAN, PERSENTASE KARKAS, PROTEIN DAN KOLESTEROL AYAM POTONG (IDHAM NOVIANDI, 2019)
Abstract
Baca Juga : VARIASI PEMBERIAN KONSENTRASI SAMPAH KULIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAPHNIA SP. (Rizkan Fahmi, 2015)