Ulyani. 1305101050103. preferensi hypothenemus hampei ferr. dan arthropoda lainnya terhadap warna perangkap pada pertanaman kopi arabika di desa atang jungket kabupaten aceh tengah di bawah bimbingan hasnah sebagai ketua dan alfian rusdy sebagai anggota. ringkasan hypothenemus hampei ferr. merupakan salah satu hama utama pada pertanaman kopi arabika (coffea arabica l.). tingkat serangan hama h. hampei pada tanaman kopi arabika di kabupaten aceh tengah tahun 2017 adalah 40-65% dengan total kehilangan hasil yaitu 180-266 kg/ha biji kering dari total produksi 720-760 kg/ha biji kering. selain hama tersebut yang terdapat pada pertanaman kopi arabika juga ada arthropoda lainnya yang berperan sebagai musuh alami, serangga penyerbuk, serangga netral, dan dekomposer. secara umum, tindakan pengelolaan yang dilakukan oleh petani pada pertanaman kopi di desa atang jungket kabupaten aceh tengah adalah dengan menggunakan pestisida sintetik tanpa mempedulikan kondisi agroekosistemnya. supaya agroekosistem kopi tetap stabil dan berkelanjutan, maka perlu dilakukan tindakan pengelolaan yang ramah lingkungan seperti menggunakan pengendalian secara terpadu yaitu dengan memadukan pengendalian yang sesuai seperti memadukan pengendalian secara mekanis, fisik, dan kimia. salah satu pengendalian tersebut adalah dengan menggunakan perangkap warna, lem perekat, dan metanol dimana proses penemuan inang serangga didasari oleh faktor visual dan aroma kopi yang bertujuan untuk mengetahui warna yang disukai oleh h. hampei dan arthropoda lainnya pada areal pertanaman kopi arabika. pada penelitian ini digunakan metode purposive sampling (ditetapkan) dengan luas lahan 5.000 yang berjumlah 138 tanaman, kemudian dibagi menjadi empat petak secara berjajar. setiap petak diambil 20 tanaman sampel, sehingga didapatkan 80 tanaman sampel dan perangkap warna yang digunakan adalah merah, kuning, hijau, dan putih yang dipasang pada cabang tanaman kopi. peubah yang diamati meliputi komposisi dan kelimpahan arthropoda berdasarkan warna perangkap, populasi h. hampei, indeks dominansi h. hampei, indeks similaritas famili antar warna perangkap, serta kepadatan relatif famili scolytidae. hasil penelitian menunjukkan bahwa arthropoda yang ditemukan berjumlah 2.062 individu yang terdiri dari 2 kelas, 12 ordo, dan 72 famili. ordo hymenoptera merupakan ordo dengan jumlah individu paling banyak. perangkap warna kuning merupakan paling banyak memerangkap arthropoda yaitu 552 individu dibandingkan perangkap warna merah, hijau, dan putih yang masing-masingnya hanya 547 individu, 527 individu, dan 436 individu. perangkap berwarna merah merupakan perangkap yang paling banyak memerangkap h. hampei yaitu 29 individu dibandingkan perangkap warna kuning, hijau, dan putih yang masing-masingnya hanya 16 individu, 16 individu, dan 9 individu. namun, jumlah h. hampei ini hanya sedikit dibandingkan arthropoda lainnya yang mencapai 1.992 individu. indeks dominansi h. hampei tergolong tidak dominan dengan nilai 0,38 yang menunjukkan bahwa keanekaragaman arthropoda di lokasi tersebut tinggi. nilai indeks similaritas famili arthropoda antar warna perangkap tergolong rendah berarti keragaman famili yang menyusun komunitas tersebut tinggi. kepadatan famili scolytidae berjumlah 0,02 individu/ dan kepadatan relatif 0,04%. hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan tanah dan tanamannya secara ekologis masih menguntungkan, tidak mengancam keberlangsungan budi daya tanaman.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PREFERENSI HYPOTHENEMUS HAMPEI FERR. DAN ARTHROPODA LAINNYA TERHADAP WARNA PERANGKAP PADA PERTANAMAN KOPI ARABIKA DI DESA ATANG JUNGKET KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Elka Mulyadi, 2019)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PENGOLAHAN KOPI ARABIKA EKSPOR DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Peggi Epaga, 2018)