Waktu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pelaksanaan konstruksi. perencanaan waktu yang tidak matang akan mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas, dan meningkatnya biaya pelaksanaan. untuk dapat menentukan waktu penyelesaian proyek yang diharapkan maka perlu dibuat suatu perencanaan terhadap waktu pelaksanaan proyek. cpm adalah metode penjadwalan yang mempunyai lintasan kritis sehingga sangat baik digunakan apabila perencana ingin meng up-date jadwal proyek. permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah perkiraan durasi aktual yang digunakan dalam menyelesaikan proyek konstruksi tersebut serta urutan pekerjaan yang sering dilakukan berdasarkan pengalaman para site manager yang telah berpengalaman dalam pekerjaan konstruksi gedung. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan durasi pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode cpm berdasarkan data-data yang didapat dari pengalaman responden. dalam penelitian ini responden yang dipilih adalah site manager berjumlah 30 orang dengan pengalaman mengerjakan proyek gedung dan pernah bekerja di kota banda aceh. hasil yang diperoleh pada penelitian berdasarkan data durasi tiap-tiap pekerjaan yang didapat dari hasil kuisioner dan kemudian diolah dengan menggunakan metode cpm, didapatkanlah umur proyek rumah tipe 36 adalah selama 55 hari serta komposisi rata-rata pekerja yang dipakai adalah 2 orang tukang dan 2 orang pekerja. setelah mengetahui umur proyek tersebut, maka pihak pelaksana dapat dapat mempergunakannya sebagai data yang dapat dipertimbangkan oleh praktisi konstruksi dalam merencanakan durasi pelaksanaan konstruksi pada tahap penawaran dan pelaksanaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS WAKTU PEMBANGUNAN RUMAH TIPE 36 MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) BERDASARKAN PENGALAMAN TINGKATAN MANAJEMEN MENENGAH. Banda Aceh teknik,2014
Baca Juga : PERANCANGAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE PENJADWALAN CRITICAL PATH METHOD ( CPM)( STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SD NEGERI 52 DESA PEUNYERAT KOTA BANDA ACEH ) (Iwan Jumadi Putra, 2024)