Penelitian menggunakan ekstrak etanol akar cibotium barometz (l.) j.sm. pada tikus (rattus norvegicus) galur wistar untuk mengetahui kemampuan antioksidan dan antidiabetes. sampel diekstraksi dengan metode maserasi, lalu uji skrining fitokimia dilakukan dengan metode analisis fitokimia. uji antioksidan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (dpph) dan vitamin c digunakan sebagai standar, absorbansinya diukur dengan spektrofotometer uv-vis. uji antidiabetes dilakukan pada tikus (rattus norvegicus) galur wistar yang dikondisikan diabetes dengan aloksan. data yang diperoleh dianalisis secara anova dua jalur dengan tingkat signifikan 5% dan dilanjutan dengan uji dunnet menggunakan program graphpad prism 7. hasil penelitian menujukkan ekstrak etanol akar c. barometz mengandung senyawaan: alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, saponin, steroid dan triterpeoid. senyawa flavonoid diduga dapat bertanggung jawab untuk antioksidan dan menurunkan diabetes. ekstrak etanol akar c. barometz dan vitamin c memiliki kekuatan antioksidan yang sangat kuat dengan perbandingan nilai ic50 ekstrak etanol akar c. barometz sebesar 14,59 ppm dan vitamin c memiliki nilai ic50 sebesar 5,10 ppm. ekstrak etanol akar c. barometz memiliki kemampuan sama dengan metformin dalam menurunkan kadar glukosa darah serta besarnya konsentrasi tidak mempengaruhi kecepatan penurunan kadar glukosa darah pada tikus. akar c. barometz memiliki potensi sebagai antioksidan dan antidiabetes.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INFORMASI INI AKAN DIPUBLIKASI PADA JURNAL TERINDEKS SCOPUS. Banda Aceh FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2018
Baca Juga : THE EFFECT OF CHANGE IN GROWTH AND INEQUALITY ON POVERTY IN INDONESIA (Arrabby Ahmady, 2025)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (Ramadhan, 2019)