Kualitas dan kontinuitas dari sumber energi listrik di sepanjang saluran ( baik itu pada saluran distribusi, subtransmisi ataupun transmisi) tergantung pada unjuk kerja mekanis saluran berupa tegangan tarik dan andongan. nilai dari tegangan tarik dan andongan harus tetap terjaga dalam batas yang diizinkan demi menghindari gangguang mekanik seperti hubung singkat akibat swing antar konduktor maupun pengaruh medan elektromagnetik saluran terhadap lingkungan sekitar. temperature, panas saluran dan kondisi cuaca mempengaruhi nilai dari tegangan tarik dan andongan. persamaan kesetimbangan panas pada kondisi non-steady-state yang mengacu pada standar ieee no.738 digunakan dalam menghitung panas pada konduktor. metode catenary dan rulling span digunakan untuk menghitung nilai tegangan tarik dan andongan pada saluran. dari hasil penelitian diperoleh andongan sebesar 10,91 m pada beban panas maksimal dan 10,81 m pada beban panas rata – rata yang dipengaruh oleh pertambahan berat konduktor sebesar 2,28 % pada kondisi beban panas maksimal dan 1,68 % pada kondisi beban panas rata – rata. tekanan angin menambah berat konduktor sebesar 0,846 % pada kecepatan angin maksimal 3,06 m/s sehingga andongan terjadi sebesar 10,81 m. hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan unjuk kerja mekanik saluran masih didalam batas sni 04-6918-2002 dan tidak berpengaruh buruk terhadap saluran dan lingkungan sekitar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH BEBAN PANAS DAN TEKANAN ANGIN PADA KAWAT PENGHANTAR TERHADAP TEGANGAN TARIK DAN ANDONGAN PADA SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI 150 KV NAGAN RAYA - SIGLI. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : STUDY PEMILIHAN UKURAN KAWAT MINIMUM UNTUK MEPERKECLL EFEK KORONA PADA SALURAN TRANSMISI UDARA TEGANGAN 500 KV (Darma Syahputra, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PEMASANGAN KAPASITOR BANK TERHADAP TEGANGAN TRANSMISI 150 KV GARDU INDUKRNBANDA ACEH MENGGUNAKAN POWER WORLD SIMULATION (Denny Mairiza, 2024)