Upaya pemuliaan tanaman melalui teknik iradiasi telah menjadi satu metode yang umum dilakukan dalam rangka mendapatkan tumbuhan pertanian yang unggul. penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh iradiasi radium-226 pada benih cabai dengan dosis 5 µci terhadap bentuk morfologi maupun tingkat kepedasan buah cabai yang dihasilkan. waktu paparan iradiasi yang diberikan dalam penelitian ini adalah 10, 20, 30, 40, 60, 90, 120, 240, 360, 480 menit, serta adanya satu sampel kontrol yang tidak diiradiasi. jenis benih cabai yang digunakan adalah cabai merah dan cabai rawit. setelah benih diiradiasi, benih digerminasi dalam media cawan petri, dan ditumbuhkan dalam polybag pada medium tumbuh yang standar. buah yang dihasilkan oleh setiap sampel dikumpulkan saat matang, digiling, dan dilakukan pengukuran tingkat kepedasan dan pengujian ph. proses pengujian tingkat kepedasan dilakukan dengan tujuh orang responden dengan perbandingan larutan cabai adalah 10 g cabai dilarutkan ke dalam 10 ml air untuk setiap sampel. pengujian ph dilakukan dengan perbandingan larutan yang sama (10 g cabai dilarutkan ke dalam 10 ml air) untuk mendapatkan ph dari setiap sampel. hasil yang diperoleh tentang bentuk morfologi tanaman cabai tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. tingkat kepedasan cenderung meningkat pada sampel yang diiradiasi dengan waktu yang lebih lama. sedangkan ph cenderung menurun pada sampel yang diiradiasi dengan waktu yang lama. kata kunci : cabai, radium-226, scoville, ph, morfologi, tingkat kepedasan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH IRADIASI RADIOAKTIF (RADIUM-226) TERHADAP TINGKAT KEPEDASAN CABAI. Banda Aceh FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) (Kasmiadi, 2024)
Abstract
Baca Juga : UJI KINERJA PENGERING TIPE EFEK RUMAH KACA DENGAN PENAMBAHAN KIPAS (BLADE FAN) UNTUK PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) (EDY SETIAWAN, 2014)