Abstrak dalam penelitian ini, limbah cair pabrik kelapa sawit diolah menggunakan sistem elektrokoagulasi (menggunakan elektroda besi dan aluminium) dan elektrofenton. studi ini memvariasikan berbagai jenis elektroda, voltase, waktu operasi, konsentrasi elektrolit dan volume h2o2. pengaruh dari jenis elektroda, voltase, waktu operasi, konsentrasi elektrolit dan volume h2o2 menentukan efisiensi dari penurunan cod dan tss yang diolah menggunakan response surface method box behnken design pada proses. model yang paling sesuai pada kondisi yang telah ditetapkan pada penelitian ini terhadap persentase penurunan cod adalah model kuadratik dengan nilai r2 adalah pada proses elektrokoagulasi dengan elektroda besi, aluminium dan elektrofenton masing-masing adalah 0,9829; 0,9890; dan 0,9447. untuk penurunan tss pada ketiga proses tersebut juga mengikuti model kuadratik dengan r2 pada masing-masing proses adalah 0,9715; 0,9763; dan 0,9294. hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan cod maksimum diperoleh pada metode elektrofenton dengan reduksi cod sebesar 99,3 % dengan variabel proses waktu 45 menit, voltase 10 volt, konsentrasi elektrolit 0,5 m dan volume h2o2 10 ml. penurunan tss maksimum diperoleh pada elektrokoagulasi menggunakan elektroda al dengan variabel proses waktu 30 menit, voltase 15 volt, konsentrasi elektrolit 0,5 m yaitu sebesar 99,15%. hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kombinasi sistem ponding dengan elektrokoagulasi dan elektrofenton dapat digunakan untuk mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit. keywords: limbah cair pabrik kelapa sawit, ponding system, elektrokoagulasi, elektrofenton, elektroda, response surface method, box behnken
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
APLIKASI SISTEM HYBRID ANAEROBIK-ELEKTROKOAGULASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT. Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL (Amiruddin, 2024)