Wahyu hidayat: estimasi populasi gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) berdasarkan metode defekasi di kawasan hutan peunaron kabupaten aceh timur. pembimbing i. dr. abdullah., m.si., pembimbing ii. dr. khairil., m.si. abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan gajah sumatera (elaphas maximus sumtranus) dan untuk mengetahui tingkat peluruhan kotoran gajah sumatera (elaphas maximus sumtranus)di kawasan hutan peunaron kabupaten aceh timur. pengambilan data dilakukan pada bulan juli sampai dengan november 2016. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menghitung kotoran gajah yang masih segar pada tipe hutan yang berbeda dengan menggunakan gps, metode purpossive sampling, tingkat peluruhan kotoran gajah dengan menjelajah secara acak dan memberi tanda pada gps setiap mendapatkan kotoran yang baru minimal 20 kotoran di setiap tipe hutan yang berbeda dan di ulang pada setiap 1 minggu untuk melihat tingkat peluruhan kotoran dan wawancara. analisis data menggunakan rumus defekasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah kotoran di setiap transek pada hutan prime r 172 kotoran, pada hutan sekunder 76 kotoran pada lahan produksi 16 kotoran dan pada lahan terbuka 11 kotoran (2) rata-rata peluruhan pada hutan primer, 0,01298, rata- rata peluruhan pada hutan sekunder 0,01190, pada lahan produksi 0,01098, pada lahan terbuka 0,01020 (3) satu ekor gajah membutuhkah lahan 151 sampai dengan 192 km 2 (4) jumlah gajah di kawasan hutan aceh timur 28 s.d 35 ekor (5) berdasarkan hasil wawancara dengan warga, jumlah gajah di aceh timur terdapat 20 s.d 60 ekor kata kunci : estimasi, populasi, gajah, defekasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ESTIMASI POPULASI GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) BERDASARKAN METODE DEFEKASI DI KAWASAN HUTAN PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR. Banda Aceh Program Studi Magister Pendidikan Biologi Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : STUDI KEBERADAAN VEGETASI PAKAN PADA JALUR JELAJAHRNGAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI KAWASAN SERBAJADIRNKABUPATEN ACEH TIMUR (YORDANSYAH, 2022)