Abstrak kopi merupakan salah satu minuman yang iritatif bagi saluran pencernaan yang apabila dikonsumsi berlebihan akan dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. kafein yang terkandung didalam minuman kopi dapat meningkatkan sekresi asam lambung yang dapat menyebabkan terjadinya masalah pada sistem pencernaan berupa sindrom dispepsia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan derajat konsumsi kopi terhadap sindrom dispepsia di poliklinik penyakit dalam di rsudza banda aceh. jenispenelitian ini adalah observasinal analitik dengan pendekatancross sectional. teknik pengambilan sampel dengan metode purposive samplingselama bulan november 2017 dengan minimal sampel sebanyak 71 responden. total jumlah sampel yang didapatkan berjumlah 150 responden. dari 150 responden, didapatkan 90 responden tidak mengkonsumsi kopi dan 60 responden mengkonsumsi kopi. hasilanalisis statistik dengan menggunakan uji chi-squarediperoleh p value 0,008 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara derajat konsumsi kopi terhadap sindrom dispepsia di poliklinik penyakit dalam rsudza banda aceh. kata kunci: sindrom dispepsia, derajat konsumsi kopi, kafein
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN DERAJAT KONSUMSI KOPI DENGAN SINDROM DISPEPSIA DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : HUBUNGAN POLIFARMASI, INFORMASI DAN KEMASAN OBAT TERHADAP KEPATUHAN RNMINUM OBAT PADA LANJUT USIA RNDENGAN HIPERTENSI DI RUMAH RNSAKIT UMUM DAERAH RNDR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH (Teuku Harmawansyah, 2014)