Abstrak sindrom mata kering adalah gangguan pada lapisan air mata karena berkurangnya produksi air mata atau penguapan air mata yang berlebihan. salah satu faktor risiko yang memungkinkan terjadinya sindrom mata kering adalah penderita dm. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah sewaktu (kgds), hba1c, dan lama menderita diabetes melitus dengan derajat sindrom mata kering. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan metode nonprobability sampling dengan teknik consecutive sampling. sampel dalam penelitian ini adalah penderita dm tipe 2 yang berobat ke poliklinik penyakit dalam rsud meuraxa kota banda aceh. jumlah responden pada penelitian ini adalah 32 responden. kgds, hba1c, dan lama menderita dm diukur melalui wawancara dan observasi hasil laboratorium responden, sedangkan derajat sindrom mata kering diukur dengan tes schirmer. hasil penelitian melalui uji spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kgds, dan hba1c dengan derajat sindrom mata kering, diperoleh p value sebesar 0,049 dan 0,002 dengan koefisien korelasi 0,351 dan 0,530. sedangkan hubungan antara lama menderita dm dengan derajat sindrom mata kering tidak diperoleh hubungan yang signifikan dengan p value = 0,416 dengan koefisien korelasi = 0,149. kata kunci : sindrom mata kering, kadar gula darah, hba1c, lama menderita dm
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH SEWAKTU, HBA1C, DAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN DERAJAT SINDROM MATA KERING. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES DAN KONTROL GULA DARAH TERHADAP DERAJAT PROTEINURIA PADA PASIEN DA (Nurjanah Medika Putri Zendroto, 2024)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN A1C DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 (M. RIDHA ATHALLAH, 2024)