Penyakit paru obstruktif kronik (ppok) adalah penyakit paru yang ditandai adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif akibat inflamasi kronik yang disebabkan oleh merokok ataupun terpapar partikel gas beracun. adanya keterbatasan aliran udara ini menyebabkan pasien ppok mengalami sesak napas. hal ini membuat pasien ppok cenderung pasif dan menghindari aktivitas agar tidak sesak napas. apabila hal ini terus berlanjut pasien ppok cenderung mengalami depresi karena kehidupannya yang serba ketergantungan terhadap obat dan orang lain. secara keseluruhan hal ini akan menurunkan kualitas hidup pasien ppok. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat sesak napas dan depresi terhadap kualitas hidup pasien ppok di poliklinik paru rsudza banda aceh. penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain crosssectional. teknik sampling yang digunakan ialah accidental sampling dengan jumlah responden 65 orang. hasil analisis komparatif dengan uji spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan kualitas hidup (p = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dengan kualitas hidup (p = 0,002) dan terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan depresi (p = 0.000) pada pasien ppok di poliklinik paru rsudza banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS DENGAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP SERTA DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DENGAN SIMPTOM ANSIETAS (Maulianur Rizki, 2016)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN JUMLAH EOSINOFIL DARAH TEPI TERHADAP GEJALA KLINIS, FUNGSI PARU DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (Iva Meutia Phonna, 2025)