Ringkasan minyak nilam dibutuhkan oleh berbagai industri parfum, kosmetik, sabun, farmasi, flavouring agent dan lain-lain. sampai saat ini belum ada minyak yang dapat menggantikan minyak nilam sebagai zat pengikat (fiksasi). beberapa faktor yang mempengaruhi rendemen dan sifat fisika-kimia dari minyak nilam antara lain: jenis tanaman, umur pemanenan, perlakuan pasca panen dan berat daun nilam. perlakuan pasca panen dapat dilakukan dengan fermentasi untuk mendegradasi komponen dinding sel jaringan daun nilam sehingga minyak atsiri lebih banyak didapatkan selama proses destilasi. proses fermentasi dapat dilakukan dengan menggunakan enzim yang ada pada mikroorganisme untuk memecah dinding sel dan rambut kelenjar dari daun nilam. fermentasi dengan menggunakan jerami dilakukan agar daun nilam terurai secara biologis, yang bertujuan untuk menguraikan selulosa dan lignin yang ada didalam jaringan daun nilam. jerami padi memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme untuk memproduksi enzin selulase. jerami padi dijadikan substrat untuk pembuatan enzim selulase dengan menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan enzim. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola faktorial menggunakan dua faktor. faktor pertama yaitu lama penyulingan nilam (t) yang terdiri dari tiga macam, yaitu t1 = 3 jam t2 = 4 jam dan t3 = 5 jam. faktor kedua yaitu lama fermentasi (f) menggunakan jerami padi. lama fermentasi nilam menggunakan jerami padi terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu f1= 3 hari (500 gram), f2= 5 hari (500 gram), f3 = 7 hari (500 gram). analisis yang dilakukan ialah rendemen, sifat fisika-kimia (bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam, bilangan ester), dan komposisi minyak nilam (untuk perlakuan terbaik dari fermentasi). berdasarkan penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil analisis rendemen 1,354 %, bilangan asam 13,895 mg koh/gram, dan bilangan ester 117,028 mg hcl/gram hasil analisis sidik ragam menunjukkan lama penyulingan berpengaruh sangat nyata (p?0,01). sedangkan nilai bobot jenis 0,9648 g/ml dan indeks bias 1,5082 hasil sidik ragam menunjukkan lama penyulingan dan lama fermentasi berpengaruh tidak nyata (p>0,05). kelarutan minyak dalam etanol 1:10 yaitu sesuai dengan sni. hasil analisis minyak nilam dengan menggunakan gc-ms menunjukkan bahwa minyak nilam dengan perlakuan penyulingan selama 5 jam dan fermentasi 5 hari (t3f2) memiliki kadar patchouli alkohol. tertinggi 34,50 % dari ketiga sampel minyak yang dianalisis, sedangkan penyulingan selama 5 jam dan fermentasi 7 hari (t3f3) sebanyak 31,39 % dan penyulingan selama 5 jam dan fermentasi 3 hari (t3f1) sebanyak 30,56 %. komponen-komponen kimia penyusun minyak nilam dengan persentase tertinggi adalah patchouli alkohol, ?- guaiene , seychellene, azulene, dan trans-caryophyllene.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR LAMA PENYULINGAN DAN LAMA FERMENTASI MENGGUNAKAN JERAMI PADI TERHADAP KUALITAS DAN RENDEMEN MINYAK NILAM (PAGOSTEMON CABLIN BENTH). Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PENGARUH LAMA FERMENTASI SERTA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK DAUN KAYU PUTIH (MEULALEUCA LEUCADENDRON L) (NOVI MAILIDARNI, 2019)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN BOILER DENGAN TIPE VERTICAL FIRETUBE PADA KETEL PENYULINGAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) KAPASITAS 50 KG (Rian Maulana Fuad, 2024)