Ringkasan jagung manis (zea mays saccharata sturt.) sudah cukup lama dikenal serta dikembangkan di indonesia. pada umumnya jagung manis adalah komoditas pertanian yang disukai oleh masyrakat karena memiliki rasa yang manis, enak, mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan rendah lemak. faktor penting dalam peningkatan produksi jagung manis adalah salah satunya dengan pemupukan. pemupukan adalah suatu usaha pemberian pupuk dengan tujuan menambah unsur hara yang diperlukan tanaman untuk meningkatan pertumbuhan, produksi dan kualitas tanaman. penelitian ini dilakukan di kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala darussalam banda aceh, yang dilaksanakan pada bulan juni sampai september 2017. rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. adapun faktor yang diteliti yaitu konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan 4 taraf yaitu 0, 20, 40 dan 60 cc/l dan interval pemberian pupuk hayati bioboost dengan 3 taraf yaitu 15, 30, dan 45 hari sekali. parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30, 45 hst, berat tongkol berkelobot pertanaman, berat tongkol tanpa kelobot pertanaman, diameter berkelobot pertanaman, diameter tongkol tanpa kelobot pertanaman, panjang tongkol berkelobot pertanaman, panjang tongkol tanpa kelobot pertanaman dan potensi hasil. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk hayati bioboost pada parameter pertumbuhan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15 hst, diameter batang umur 30 hst, berat tongkol berkelobot, diameter tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa berkelobot, potensi hasil per ha berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45 hst, diameter batang 45 hst, panjang tongkol berkelobot, panjang tanpa kelobot dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman 30 hst, diameter batang 15 hst. pada fase vegetatif didapati konsentrasi terbaik pada perlakuan 60cc/l air, sedangkan pada fase generatif didapati konsentrasi terbaik pada perlakuan 20cc/l air. hasil penelitiaan juga menunjukkan interval pemberian pupuk hayati bioboost berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. hasil yang cenderung lebih baik dijumpai pada perlakuan interval pemberian 30 hari sekali dan interval pemberian 45 hari sekali. terdapat interaksi yang tidak nyata antara konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan interval pemberian pupuk hayati bioboost pada semua parameter yang diamati.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT.). Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA L.) (Muslim, 2024)