Ultisol merupakan jenis tanah yang memiliki persebaran luas di indonesia sekitar 25% dan dapat dijumpai pada berbagai relief mulai dari datar hingga bergunung. tanah ini memiliki ciri warna merah kekuningan dan beberapa permasalahan salah satunya yaitu tingkat produktivitasnya yang rendah. walau demikian, tanah ini tetap memiliki potensi untuk ditanami sayur-sayuran, seperti selada. selada merupakan tanaman semusim yang pada beberapa varietas bunganya mengumpul pada tandannya membentuk rangkaian dan kaya akan vitamin a, b dan c. penambahan sabut kelapa, arang sekam, dan kompos pada media tanam dan penyiraman urin manusia diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ultisol. tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media tanam dan penyiraman urin manusia serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan serapan n tanaman selada pada ultisol. penelitian ini lakukan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan pola 4 x 3. faktor pertama media tanam (m), terdiri atas empat faktor yaitu: m0 = tanah, m1 = tanah + sabut kelapa, m2 = tanah + arang sekam, m3 = tanah + kompos. faktor kedua, waktu penyiraman urin (w) terdiri atas tiga faktor yaitu: w0 = tanpa aplikasi, w1 = penyiraman 2 kali/minggu, w2 = penyiraman 3 kali/minggu. parameter pengamatan yaitu: tinggi tanaman (20, 30, dan 40 hst), luas daun, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, panjang akar, volume akar, dan serapan nitrogen. berdasarkan hasil uji f media tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter percobaan kecuali luas daun. media tanam tanah + arang sekam memberikan rata-rata tinggi tanaman tertinggi pada umur 20 hst (10,00 cm) yang tidak berbeda nyata dengan tanah + kompos (9,00 cm), sedangkan pada 30 dan 40 hst media tanam tanah + arang sekam (14,33 cm dan 19,33 cm) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. media tanah + arang sekam juga memberikan rata-rata tertinggi untuk berat brangkasan segar (105,33 g), berat brangkasan kering (7,97 g), panjang akar (24,96 cm), dan volume akar (3,55 ml) yang berbeda nyata dengan media tanam lainnya. kadar nitrogen tanaman yang tertinggi dijumpai pada media tanam tanah + kompos (2,681%) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. sedangkan, rata-rata serapan nitrogen tanaman yang tertinggi dijumpai pada media tanam tanah + arang sekam (0,198 g) yang tidak berbeda nyata dengan tanah + kompos (0,158 g). hasil uji f juga menunjukkan bahwa waktu penyiraman urin (w) berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kadar nitrogen, dan serapan nitrogen tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. waktu penyiraman urin 2 kali/minggu memberikan nilai rata-rata tertinggi untuk berat brangkasan segar (82,83 g), berat brangkasan kering (6,16 g), kadar nitrogen (2,573%), dan serapan nitrogen (0,160 g) yang tidak berbeda nyata dengan waktu penyiraman urin 3 kali/minggu tetapi berbeda nyata dengan kontrol. hasil uji f juga menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara media tanam dan waktu penyiraman urin terhadap kadar nitrogen tanaman. interaksi media tanam dan waktu penyiraman urin 2 kali/minggu memberikan kadar nitrogen tertinggi (2,71 %) yang tidak berbeda nyata dengan tanah + kompos dan waktu penyiraman urin 3 kali/minggu (2,68%). media tanam tanah + arang sekam dengan penambahan pupuk organik merupakan media tanam terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, panjang akar, volume akar, dan serapan nitrogen tanaman. waktu penyiraman urin 2 kali/minggu merupakan perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kadar nitrogen dan serapan nitrogen tanaman. kadar nitrogen yang tertinggi diperoleh pada interaksi antara media tanam tanah + kompos dengan waktu 2 kali/minggu.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MEDIA TANAM DAN WAKTU PENYIRAMAN URIN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) PADA ULTISOL.. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : KANDUNGAN KLOROFIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) PADA VOLUME PENYIRAMAN YANG BERBEDA (Nadya Putri Lisna, 2014)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) SECARA HIDROPONIK WICK SYSTEM (MARTHA AMALIA, 2020)