Perawat merupakan profesi yang memiliki situasi kerja dangan tingkat beban kerja mental yang tinggi, hal ini dapat dilihat pada pekerjaan yang harus mereka kerjakan yaitu diantaranya dihadapkan pada pengambilan keputusan yang tepat dalam mengambil tindakan untuk menyelamatkan pasien, menghadapi pasien dengan berbagai karakteristik, melaksanakan tugas delegasi dari dokter, serta perawat harus berhadapan langsung dalam menghadapi tuntutan dari keluarga pasien. selain itu pula ada berbagai macam kondisi lingkungan yang dihadapi perawat seperti kebisingan, ruangan cukup riuh disamping dari keluarga pasien, juga peralatan medik seperti mesin monitor, serta bunyi telepon yang sering berdering. penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental perawat pada icu 1 dan igd di rsud dr. zainoel abidin berdasarkan masa kerja. penelitian dilakukan dengan menggunakan metode nasa-tlx (national aeronautics and space administration task load index). metode ini mengukur 6 dimensi ukuran beban kerja yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustation level. hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai rata-rata beban kerja mental pada perawat icu 1 dan igd dengan masa kerja 0-3 tahun yaitu kategori tinggi sekali dengan nilai 80 dan 83, sedangkan untuk perawat icu 1 dan igd lainnya yaitu berada pada kategori tinggi dengan nilai 74-78. faktor dominan yang paling mempengaruhi pada beban kerja mental pada masing-masing perawat adalah dimensi effort.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL PERAWAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX. Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL PERAWAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Ade Rizki Fadli, 2017)
Abstract
Baca Juga : PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (STUDI KASUS: PTPN IV UNIT USAHA BAH BUTONG) (MUHAMMAD RAHID, 2025)