Wilayah kabupaten aceh besar dalam kurun waktu 15 tahun antara tahun 1983 – 1997 telah terjadi perubahan tipe iklim, dari tipe iklim a (sangat basah) ke tipe iklim b (basah), dan dari tipe iklim b ke tipe iklim c (agak basah) antara tahun 1998 – 2012 (amaluddin, 2014). perubahan iklim tersebut memicu terjadinya bencana kekeringan, sehingga diperlukan sebuah kajian dalam mengatasi hal tersebut. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh potensi kekeringan pada lahan pertanian di kabupaten aceh besar dan menyusun rencana mitigasi dalam pengelolaan air (water management system). metode skoring dan sistim informasi geografis (sig) digunakan untuk mendapatkan skor potensi kekeringan. hasil penelitian menunjukkan potensi kekeringan pada lahan pertanian di kabupaten aceh besar dengan interval skor rendah 21-41 sebesar 89%, skor sedang 42 – 48 sebesar 10,7% dan skor tinggi 50-53 hanya sebesar 0,2%. hasil analisis tersebut digunakan dalam penyusunan rencana mitigasi struktural dan non-struktural pada lahan pertanian yang berpotensi kekeringan tinggi. mitigasi struktural dilakukan dengan pengelolaan air pada lahan pertanian dengan sistem irigasi, sedangkan mitigasi non-struktural dilakukan dengan 4 aspek pembangunan, diantaranya perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. kata kunci : potensi kekeringan, lahan pertanian, mitigasi, pengelolaan air.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS POTENSI KEKERINGAN DAN RENCANA MITIGASI DALAM PENGELOLAAN AIR PADA LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Program Studi Magister Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH PMDN, PMA, TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI ACEH (Evi Safira, 2017)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN WILAYAH YANG BERPOTENSI MENGALAMI KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH STUDI KASUS: ACEH BESAR (Aksal Triyuli Rusman, 2019)