Abstrak. kebutuhan kedelai di indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu seiring pertumbuhan penduduk serta kesadaran masyarakat akan gizi makanan yang bersumber dari protein nabati. rata-rata kebutuhan kedelai setiap tahunnya adalah 2,2 juta ton biji kering, akan tetapi kemampuan produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sebanyak 921.336 ton atau 40,06% dari kebutuhan nasional (balitbangtan, 2015). ultisol merupakan lahan marjinal yang mempunyai masalah ketersediaan hara khususnya fosfat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. upaya untuk meningkatkan produktivitas ultisol yang dikhususkan untuk penanaman kedelai dapat dilakukan dengan ameliorasi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ameliorasi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (glycine max l. merril) pada ultisol. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola non faktorial dengan 3 ulangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa amelioran rhizobium + urea 25 kg/ha1 merupakan amelioran terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai. kata kunci : kedelai, ameliorasi, ultisol
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH AMELIORASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) PADA ULTISOL. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH BEBERAPA SUMBER PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX L.) PADA ULTISOL (CUT IZZA MAWADDAH, 2022)