Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Edisaputra, KAJIAN KESERAGAMAN KUALITAS PENGERINGAN CABAI MERAH DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017

Abstrak dari hasil penelitian pengeringan cabai merah menunjukkan bahwa pada perlakuan tanpa blansir terdapat suhu rata-rata dalam ruang alat pengering pada hari pertama yaitu sebesar 54°c dan pada hari kedua yaitu sebesar 46,6°c,sedangkan suhu rata-rata pada perlakuan diblansir yaitu sebesar 58,6°c. kelembaban relatif rata-rata dala ruang alat pengering pada perlakuan tanpa blansir pada hari pertama yaitu sebesar 40,2% dan kelembaban relatif rata-rata pada hari kedua yaitu sebesar 51%, sedangkan kelembaban relatif rata-rata pada perlakuan di blansir yaitu sebesar 35,7%. kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu "p" _"1" =9,84%, "p" _"2" =10,50%, "p" _"3" =10,06%, "p" _"4" =9,84%, "p" _"5" = 10,28% dan "p" _"6" =9,62%. sedangkan kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu "p" _"1" =9,74%, "p" _"2" =9,74%, "p" _"3" =10,36%, "p" _"4" =10,15%, "p" _"5" =9,74% dan "p" _"6" =9,53%. kandungan vitamin c didapat pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu "p" _"1" =39,33%, "p" _"2" =43%, "p" _"3" =45,6%, "p" _"4" =44,93%, "p" _"5" =41,27% dan "p" _"6" =37,73%. sedangkan kandungan vitamin c akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu "p" _"1" =34,13%, "p" _"2" =37,4%, "p" _"3" =40,8%, "p" _"4" =38,87%, "p" _"5" =36,07% dan "p" _"6" =33,36%. uji organoleptik cabai merah kering menunjukkan bahwa panelis lebih banyak menyukai dengan perlakuan diblansir. kata kunci : cabai merah, pengeringan, hohenheim



Abstract



    SERVICES DESK