Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, dan dapat digunakan kembali atau dapat diperbaharui. limbah ternak seperti feses masih mengandung gizi yang potensial untuk dimanfaatkan. limbah ternak baik padat maupun cair kaya akan nutrient (zat makanan) seperti protein, lemak, bahan ekstrak tanpa nitrogen (betn), vitamin, mineral, mikroba atau biota, dan zat-zat yang lain (unidentified subtances). penelitian berlangsung selama 90 hari menggunakan 4 keramba setiap keramba 100 ekor ikan nila. perlakuan pakan adalah perbedaan persentase substitusi pakan pelet organik dengan ransum komersil yaitu substitusi pakan pelet organik 0% (p0), substitusi pakan pelet organik 10% (p1), substitusi pakan pelet organik 20% (p2), dan substitusi pakan pelet organik 30% (p3). parameter yang diamati berat badan akhir, kandungan protein daging ikan, dan kualitas air kolam. rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pakan pelet organik dengan ransum komersil berpengaruh sangat nyata (p0,05) terhadap kandungan protein, dan kualitas air. pertambahan berat badan tertinggi diperoleh pada pemberian substitusi pakan pelet organik sebanyak 10%, yaitu menghasilkan berat badan akhir 24,43 gram dengan kandungan protein 15,31%. kualitas air kolam memenuhi standar yaitu suhu 30 ?c dan ph 7.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH FESES SAPI DAN PROBIOTIK SEBAGAI BAHAN PAKAN PELET TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN IKAN NILA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENAMBAHAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS ACIDOPHILLUS PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) (Raihan Rizal, 2024)
Abstract
Baca Juga : EFEK PENAMBAHAN LIMBAH IKAN TERHADAP KOMPOSISI KASAR PROBIOTIK RAGI DAN BAKTERI ASAM LAKTAT (RABAL) (SAFIRA ZULIYANI, 2025)