Abstrak. ruku-ruku (ocimum tenuiflorum l.) merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh dengan mudah di tempat terbuka. bentuk tanaman ini mirip dengan kemangi (ocimum canum sims). tanaman ruku-ruku sering digunakan sebagai campuran dalam masakan masyarakat minangkabau. senyawa yang terkandung di dalam tanaman ruku-ruku adalah senyawa flavonoid, triterpenoid, alkaloid, tanin dan saponin. tanaman ruku-ruku dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, bahkan digunakan dalam pengobatan dasar pada gangguan lambung, hati, saluran p ernafasan dan saluran pencernaan. dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang pembuatan teh dari tanaman ruku-ruku dengan memvariasikan perbedaan metode penanganan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan teh herbal dari tanaman ruku-ruku dan mempelajari karakteristik mutu kimia dan sensori teh ruku-ruku yang dihasilkan. penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (rak) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. faktor pertama yaitu metode penanganan (p) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, p1= pengeringan menggunakan sinar matahari p2= pelayuan pada suhu ruang dan p3= tanpa perlakuan (segar). faktor kedua yaitu lama penyeduhan (j) yang terdiri dari 3 taraf yaitu j1= 2 menit, j2= 4 menit dan j3= 6 menit. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen pada metode penanganan pengeringan menggunakan sinar matahari adalah 34,15%, sedangkan nilai rendemen pada metode penanganan perlayuan pada suhu ruang adalah 23,30 %. kadar air (basis basah) teh herbal daun ruku-ruku pada penelitian ini adalah 10,5%. pengaruh interaksi antara metode penanganan dan lama penyeduhan teh herbal daun ruku-ruku berpengaruh nyata (p? 0,01) terhadap kadar abu yang dihasilkan pada metode penanganan pengeringan menggunakan sinar matahari dan lama penyeduhan 4 menit. berdasarkan uji organoleptik menunjukkan bahwa metode penanganan (p) pada teh herbal daun ruku-ruku berpengaruh sangat nyata (p? 0,01) terhadap nilai organoleptik warna, aroma dan rasa. berdasarkan hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik yaitu perlakuan dengan metode penangana pengeringan menggunakan sinar matahari (p1) dan lama penyeduhan 6 menit (j3) memiliki kadar tanin 6.74% dan aktivitas antioksidan 75.45%. kata kunci : daun ruku-ruku, metode penanganan, lama penyeduhan, tanin, antioksidan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PEMBUATAN TEH HERBAL TANAMAN RUKU-RUKU (OCIMUM TENUIFLORUM L.) DAN KARAKTERISTIK MUTUNYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN RUKU-RUKU (OCIMUM TENUIFLORUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (NIDA FAIZAH BINTI HUSNI, 2026)