Latar belakang: anemia defisiensi besi (adb) merupakan anemia yang paling banyak dijumpai. untuk menentukan adb diperlukan pemeriksaan laboratorium yang mahal dan invasif seperti besi serum, total iron binding capacity, serum feritin dan besi sumsum tulang. lhd merupakan formula baru menggunakan parameter mchc dapat dipakai sebagai prediktor status besi pada adb. tujuan: untuk menilai lhd antara adb dan anemia penyakit kronis (apk). bahan dan cara: penelitian potong lintang di poliklinik dan ruang rawat penyakit dalam, ruang hemodialisis rsuza banda aceh dari bulan juni 2013 hingga nopember 2013. dilakukan pemeriksaan darah rutin, besi serum, total iron binding capacity, feritin. pasien dikelompokkan menjadi adb dan apk sesuai kriteria kerlin et al. dinilai lhd setiap kelompok. lhd (%) = 100* ?1-(1/(1+e1,8(30-mchc) )). hasil: total 30 orang sampel diperoleh rerata nilai lhd pada kelompok adb 84±23,3% dan apk 10,4±10,7% (p = 0,000). analisa roc dari lhd untuk mendeteksi adb dengan area under the curve 0,998, titik pemilah 39,1%, sensitivitas 93,3% dan spesifisitas 100%. kesimpulan: lhd dapat digunakan sebagai prediktor status besi pada adb dan apk dengan titik pemilah lhd untuk adb adalah 39,1%.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
Low Hemoglobin Density (LHD) Sebagai Prediktor Status Besi pada Penderita Anemia Defisiensi Besi dan Anemia Penyakit Kronis. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : LOW HEMOGLOBIN DENSITY (LHD) SEBAGAI PREDIKTOR STATUS BESI PADA PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN ANEMIA PENYAKIT KRONIS (Mawaddah Fitria, 2014)
Abstract
Baca Juga : PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA ZAT BESI DI PUSKESMAS ULEE KARENG KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH (Saifullah, 2022)