Ringkasan ayam kamaras (kampung - arab – ras) merupakan turunan hasil persilangan antara ayam lokal, ayam ras petelur dan ayam arab. seleksi genetik secara berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi telur serta kualitas telur berciri khas sama dengan ayam kampung. kawin silang dipilih sebagai alternatif terakhir dari sisi breeding karena secara ekonomis ayam kampung murni tidak layak dikembangkan sebagai ayampetelur produktif karena produksi telurnya rendah dan kualitastelur bervariasi. produksi ayam kamaras generasi ke 5 (f5) berkisar 144 – 177 butir, lebih tinggi dibandingkan dengan ayam kampung (70 -100 butir) per siklus produksi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap fertilitas, daya tetas, bobot tetas doc ayam kamaras dan sex rasio. konsentrasi sperma ini berguna untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. sperma ditampung dan dicampur dari 3 ekor ayam kamaras jantan yang berumur sekitar 7 bulan. sperma yang telah diketahui konsentrasinya kemudian dibagi menjadi 4 bagian dan masing-masing diencerkan dengan nacl fisiologis sehingga diperoleh konsentrasi akhir yaitu 25x106/0,5 ml (dosis 1); 50x106/0,5 ml (dosis 2); dan 75x106/0,5 ml (dosis 3) dan 100x106/0,5 ml (dosis 4). 24 ekor ayam kamaras betina diinseminasi untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas dan bobot tetas ayam kamaras. ayam betina yang digunakan adalah ayam kamaras yang berumur sekitar 7 bulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi sperma tidak berpengaruh nyata terhadap fertilitas telur namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan p0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), p1: 50x106/0,5 ml (100%), p2: 75x106/0,5 mldan pada perlakuan p3 terendah 83,33% diantara 4 perlakuan konsentrasi sperma yang terbaik untuk menghasilkan fertilitas yang tinggi yaitu konsentrasi 50x106/0,5 ml. pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas tidak berpengaruh nyata namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan p0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), p1: 50x106/0,5 ml (100%), p2 75x106/0,5 ml (100%) dan pada perlakuan p3 terendah (83,33%) dari setiap perlakuan konsentrasi sperma yang dapat meningkatkan daya tetas telur adalah pada konsentrasi 50x106/0,5 ml dengan tingkat daya tetas (100%). pengaruh konsentrasi sperma terhadap bobot tetas doc kamaras berpengaruh nyata terhadap bobot tetas doc pada setiap perlakuanp0 25x106/0,5 (31,1 g/butir), p1: 50x106/0,5 ml (33 g/butir), p2: 75x106/0,5 ml (32,1 g/butir) dan pada perlakuan p3 100x106/0,5 ml bobot tetas doc sebesar (33,3 g/butir), pengaruh konsentrasi sperma terhadap sex rasio didapat hasil pada perlakuan 50x106/0,5 ml-75x106/0,5 ml menghasilkan sex rasio doc betina lebih dominan (66,6-75%).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI SPERMA TERHADAP DAYA TETAS DAN KUALITAS DOC AYAM KAMARAS. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN SILASE SF2C (SPROUTED FODDER FOR CHICKEN) TERHADAP KUALITAS SPERMA PEJANTAN AYAM ALARAS (Sesmi Karlina, 2019)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH DOSIS SPERMA YANG DIINSEMINASIKAN TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELURRNAYAM KAMPUNG (GALLUS DOMESTICA) (WIRA ASYUDI, 2022)