Abstrak latar belakang: secara global apendisitis merupakan kegawat daruratan tersering dalam bidang bedah digestif. studi prevalensi di indonesia kasus apendisitis perforasi sekitar 30,9% dari total kasus apendisitis. keterlambatan diagnosa dan tatalaksana meningkatkan resiko apendisitis perforasi. onset gejala klinis appendistis kurang 48 jam mempunyai resiko 0- 2% terjadi perforasi dan resiko perforasi meningkat 5% setiap 12 jam berikutnya. pemeriksaan laboratorium membantu diagnosa, salah satunya yaitu leukosit. pemeriksaan leukosit dipilih karena mudah, cepat, dan murah untuk mendiagnosis apendisitis perforasi, dengan sensitivitas 83,3%dan spesifisitas 70,8% tujuan : mengetahui hubungan onset gejala klinis dan nilai leukosit sebagai faktor penentu penegakan diagnosa apendisitis perforasidibandaaceh. metode: penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan cross sectional. sampel kriteria inklusi yang datang ke igd rsu zainoel abidin dan rsu meuraxa banda aceh sebanyak 23 sampel, diperiksa leukosit darah dan kapan onset gejala klinis apendisitis. data sampel dianalisa menggunakan independent t-test dan uji alternative man-whitney dengan batas kemaknaan adalah p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
HUBUNGAN ONSET GEJALA KLINIS DAN NILAI LEUKOSIT TERHADAP APENDISITIS PERFORASI DI BANDA ACEH TAHUN 2016. Banda Aceh Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Unsyiah,2017
Baca Juga : PERBANDINGAN AKURASI NILAI RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN NILAI LEUKOSIT PADA KEJADIAN APENDISITIS AKUT DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Alya Shabrina, 2024)
Abstract
Baca Juga : UJI DIAGNOSTIK KADAR BILIRUBIN TOTAL UNTUK DIAGNOSIS APENDISITIS TERKOMPLIKASI (Abdurrahim Maulana, 2022)