Pembangunan insfrastruktur diseluruh pelosok daerah di aceh terus saja ditingkatkan. pembangunan disetiap sektor insfrastruktur menjadi modal penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. selain itu, dengan adanya sarana dan prasarana yang baik, akan mendukung setiap aktivitas masyarakat yang nantinya mampu mendorong tingkat kesejahteraan semakin lebih baik. setiap proyek konstruksi yang dikerjakan, kontraktor bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan pembangunan tersebut. selain itu, munculnya permasalahan dilapangan juga tidak menutup kemungkinan terjadinya hambatan yang nantinya mengakibatkan waktu pelaksanaan. waktu pelaksanaan menjadi faktor terpenting dalam menghindari terjadinya risiko pada saat pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi. kontraktor sebagai pelaksana pembangunan harus memiliki manajemen waktu yang bagus dalam menangani proyek yang sedang dikerjakan karena apabila tidak diperhatikan dengan baik, otomatis pekerjaan akan mengalami permasalahan dan akan mengakibatkan kerugian yang besar. tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak resiko yang paling dominan terhadap waktu pelaksanaan bagi pelaksanaan proyek konstruksi dari tiga masa di kabupaten aceh tengah. adapun kajian dampak risiko pada penelitian ini berdasarkan pada tiga fase diantaranya masa konflik, masa rehabilitasi dan rekonstruksi dan pasca rehabilitasi rekonstruksi. metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik kuantitatif. peneliti mengambil sampel dari suatu populasi dan kuesioner dijadikan sebagai alat instrumen dalam penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan data primer. sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sebanyak 38 perusahaan yang beralamat di kabupaten aceh tengah. pemilihan sampel di lapangan menggunakan teknik random sampling yaitu pemilihan secara acak. sedangkan data sekunder diambil dari kajian pustaka, penelitian terdahulu dan data yang diperoleh dari instansi pemerintah. pengolahan data menggunakan analisis reliabilitas, validitas, dan analisis severity index (si). dari hasil analisis severity index (si) diperoleh hasil bahwa variabel risiko yang mempunyai dampak terhadap waktu konstruksi yang paling dominan terjadi pada masa konflik, yaitu data desain tidak lengkap (si 0.49). pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi diperoleh hasil variabel risiko berupa kerusakan alat (si 1.34). sedangkan pada masa pasca rehabilitasi dan rekonstruksi diperoleh hasil yang paling dominan yaitu produktivitas pekerja yang rendah (si 0.90). manfaat yang diperoleh ialah sebagai acuan bagi kontraktor dalam meminimalisasi terjadinya risiko terhadap waktu pada saat pelaksanaan proyek berlangsung. kata kunci: risiko, waktu pelaksanaan, kontraktor, proyek konstruksi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DAMPAK RISIKO TERHADAP WAKTU PROYEK KONSTRUKSI BAGI KONTRAKTOR PELAKSANA DI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEMUDAHAN PENERAPAN GREEN ROAD CONSTRUCTION DI PROVINSI ACEH (Irfan, 2024)
Abstract
Baca Juga : PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG (RIFAT ADITYA HAWARI, 2020)