Praktek kerja lapangan (pkl) ini bertujuan mengetahui tindakan yang harus dilakukan pada penanganan kejadian kasus skabiosis. kegiatan ini dilaksanakan di pusat kesehatan hewan (puskeswan) desa bukloh kecamatan sukamakmur kabupaten aceh besar selama dua bulan dimulai pada 22 februari sampai 22 april 2016. subjek pengamatan dilakukan pada 24 ekor kambing peranakan etawa (pe) yang mengalami kasus skabiosis. skabiosis disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei. tindakan pencegahan terhadap penyakit menular perlu dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan. pengobatan skabiosis yang dilakukan di lapangan menggunakan obat ivermectin (ivomec) yang disuntikan secara subcutan (sc) dengan dosis 0,2 mg/kg berat badan atau 1 ml untuk 50 kg berat badan, diberikan minimal 1 kali. rata-rata masa penyembuhan berlangsung 14 hari. kesimpulan skabiosis masih merupakan penyakit yang sering dijumpai di desa-desa di bawah koordinator puskeswan bukloh karena secara umum masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional daripada obat yang mujarab seperti ivermectin, asuntol, neguvon yang sulit didapat dan mahal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KASUS SKABIOSIS PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DI PUSKESWAN BUKLOH KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : ANALISIS KADAR LEMAK SUSU SEGAR KAMBING PERANAKAN ETAWA HASIL PEMERAHAN PAGI DAN SORE DI PETERNAKAN LAMTEUMEN BANDA ACEH (TARI UMAIRA, 2020)
Abstract
Baca Juga : RESPON PERTAMBAHAN BERAT BADAN KAMBING PERANAKAN RNETAWA JANTAN TERHADAP SUPLEMENTASI PROSINRNDI DALAM KONSENTRAT (Safri Yuda, 2024)