Abstrak rinitis alergi merupakan suatu proses inflamasi pada mukosa hidung yang diperantarai oleh immunoglobulin (ige) setelah terpapar alergen. gejala karakteristik rinitis alergi ditandai dengan gatal pada hidung, bersin berulang, cairan hidung yang jernih dan hidung tersumbat yang bersifat hilang timbul atau reversibel. terdapatnya eosinofil merupakan suatu tanda dari respon nasal dalam rinitis alergi. eosinofil akan mengalami peningkatan pada kasus alergika, baik di darah tepi maupun di mukosa hidung. penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. responden yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian berjumlah 30 orang. data dikumpulkan melalui kuesioner dan hasil laboratorium. data dianalisis secara univariat dan bivariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah eosinofil pada pemeriksaan sitologi nasal dengan tingkat gejala gejala rinitis alergi di mana hasil uji chi square (tingkat kepercayaan 95%) menunjukkan p=0,249 (p>0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah eosinofil pada pemeriksaan sitologi nasal dengan waktu gejala rinitis alergi di mana hasil uji chi square (tingkat kepercayaan 95%) menunjukkan p=0,317 (p>0,05). kata kunci : rinitis alergi, eosinofil, sitologi nasal
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT GEJALA RINITIS ALERGI DENGAN JUMLAH HITUNG EOSINOFIL PADA PEMERIKSAAN SITOLOGI SEKRET NASAL. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : HUBUNGAN RINITIS ALERGI TERHADAP PENURUNAN KUALITAS HIDUP PADA ANAKRNUSIA 9-11 TAHUN DI SD 3 PEUNITI BANDA ACEH (Mutia sahara rofanda, 2023)
Abstract
Baca Juga : PERBEDAAN GEJALA RINITIS ALERGI ANTARA SISWA MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA BANDA ACEH (T. ANDI SYAHPUTRA, 2019)