Tanaman pertanian yang tumbuh di lahan salin, mempunyai resiko kegagalan yang tinggi, kecuali jika lahan tersebut dikelola dengan baik sehingga pengaruh buruk dari meningkatnya kadar garam (salinitas) dengan sedikitnya intensitas hujan yang tidak dapat mencuci kadar garam dalam tanah dan air dapat dihindari. kadar salinitas yang baik untuk tanaman sayuran berkisar 0 – 2 ms/cm. salah satu pengelolaan lahan yang tepat untuk menurunkan salinitas tanah ialah irigasi tetes. irigasi tetes dengan kontrol otomatis dapat meningkatkan efesiensi pemakaian air untuk kebutuhan tanaman sekaligus penurunan salinitas tanah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tanah salin terhadap baby kailan dengan menggunakan irigasi tetes otomatis. penelitian ini dilakukan di gampong lambhuk, kecamatan ulee kareng, kota banda aceh pengambilan sampel tanah dari gampong krueng cut dianalisis di laboratorium tanah dan tanaman, dan laboratorium fisika tanah dan lingkungan fakultas pertanian. persiapan media tanam dengan mengambil tanah di lahan dan dipindahkan ke dalam pot dan dilakukan persiapan bibit dan penanaman. pembuatan jaringan irigasi tetes. kemudian, dilakukan pengkalibrasian sensor kadar air (volumetric water content) dengan sensor kelembaban (vegetronic) dan penyetelan sistem irigasi tetes otomatis. lalu, dilakukan pengamatan untuk penurunan nilai daya hantar listrik, ph, tinggi tanaman, dan jumlah daun. hasil dari analisis tanah diperoleh nilai daya hantar listrik awal sebesar 5,50 ms/cm. penurunan nilai daya hantar listrik rata – rata per fase pertumbuhan ialah pada fase awal pertumbuhan 1,81 ms/cm, fase tengah pertumbuhan 2,01 ms/cm, dan fase akhir pertumbuhan 0,77 ms/cm. penurunan nilai daya hantar listrik berkaitan dengan efesiensi pemakaian irigasi tetes otomatis, efesiensi pemakaian air sistem irigasi tetes otomatis selama penelitian ialah sebesar 100%. dengan efesiensi irigasi yang tinggi didapatkan rata – rata tinggi tanaman per fase awal ialah sebesar 4 cm, fase tengah 11 cm, dan fase akhir 14 cm dan jumlah daun rata – rata per fase awal ialah sebesar 6 helai, fase tengah 7 helai, dan fase akhir 8 helai. pertumbuhan tanaman yang tidak optimal disebabkan karena nilai daya hantar listrik yang tinggi pada awal penanaman dan fase awal pertumbuhan yang mengakibatkan tanaman sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN APLIKASI IRIGASI TETES OTOMATIS PADA MEDIA TANAM TANAH SALIN TERHADAP TANAMAN BABY KAILAN (BRASSICA OLERACEAE VAR ACHEPALA). Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH SIRKULASI AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN DAN MEDIA TANAM NON TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KONSENTRASI HARA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L.) (SUFRIYADI RAHYA, 2021)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEAE L.) (Syafi i, 2023)