Abstrak penggunaan tepung labu kuning sebagai bahan dasar pada pembuatan mi dapat dijadikan sebagai sumber pangan fungsional karena mengandung betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan. tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui mutu fisiko kimia dan organoleptik, dengan penambahan tepung kacang hijau dan tepung kacang kedelai sebagai sumber protein terhadap jenis dan konsetrasi hidrokoloid pada pembuatan mi kering tepung labu kuning. penelitian ini menggunakan rangcangan acak lengkap (ral) faktorial dengan dua faktor yang pertama adalah jenis hidrokoloid (h): cmc, karagenan, xanthan gum dan guar gum. faktor kedua yaitu konsetrasi hidrokoloid (k): 1%, 1,5% dan 2% dari total adonan mi. mi yang dihasilkan selanjutnya dianalisis kadar air, kadar abu, daya serap air, cooking loss, cooking time, uji organoleptik. untuk sampel terbaik dilanjutkan analisis kadar lemak, karbohidrat, protein, dan serat kasar. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu dengan perlakuan xanthan gum 1% dengan kadar abu 0,26%, kadar air 2,61%, karbohidrat 47,28%, serat kasar 16,50% kadar protein 8,23% dan lemak 22,70%, daya serap air 256,14 %, cooking loss 17,16% dan cooking time 11,15 menit dan organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur, semuanya netral. kata kunci : labu kuning, jenis hidrokoloid, konsetrasi hidrokoloid, mi kering
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMBUATAN MI KERING DARI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH) DENGAN VARIASI HIDROKOLOID. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN IRISAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH) DENGAN MENGGUNAKAN PENGERING KABINET BERBAHAN BAKAR GAS ELPIJI (Rika Sari, 2024)
Abstract
Baca Juga : STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ROTI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) (Hanum Vine Meilliza, 2025)