Minyak nilam diperoleh dengan cara penyulingan terhadap daun dan batang nilam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan mutu minyak nilam dengan variasi lama penyulingan. penelitian ini dilaksanakan di kelompok usaha subur jaya gampong pucok krueng kecamatan pasie raja kabupaten aceh selatan. metode penelitian ini terdiri dari penyulingan minyak nilam dengan lama penyulingan 2 jam, 4 jam, dan 6 jam dengan sistem penyulingan uap. nilam yang disuling yaitu sebanyak 70kg dengan kadar air 14,93%. analisis mutu minyak nilam yang diamati meliputi rendemen, bobot jenis, indeks bias, dan kelarutan dalam alkohol 90%. hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi dihasilkan dengan lama penyulingan 6 jam yaitu 2,2838% dibandingkan dengan hasil penyulingan 2 jam yaitu 1,5595% dan 4 jam yaitu 1,9967%. bobot jenis yang dihasilkan dengan lama penyulingan 2 jam yaitu 0,9534, 4 jam yaitu 0,9605, dan 6 jam yaitu 0,9635. indeks bias minyak nilam dengan lama penyulingan 2 jam yaitu 1,510, 4 jam yaitu 1,511, dan 6 jam yaitu 1,514. kelarutan dalam alkohol 90% minyak nilam tidak melebihi 1:10 untuk semua variasi lama penyulingan sehingga secara umum mutu yang dihasilkan dari minyak nilam dengan variasi lama penyulingan 2 jam, 4 jam, dan 6 jam termasuk baik karena masih masuk dalam kriteria standar nasional indoneisa (sni 06-2385-2006). berdasarkan rendemen dan mutu minyak nilam seperti bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol 90% dapat disimpulkan bahwa penyulingan 6 jam merupakan lama penyulingan yang lebih baik secara kuantitas dan kualitas dibandingkan dengan lama penyulingan 2 jam dan 4 jam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN MUTU MINYAK NILAM DENGAN VARIASI LAMA PENYULINGAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017
Baca Juga : PENGARUH LAMA FERMENTASI TANGKAI DAN DAUN NILAM MENGGUNAKAN JERAMI PADI TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK NILAM (KHAIRURRASYIDIN, 2018)
Abstract
Baca Juga : PENINGKATAN MUTU MINYAK NILAM ACEH DENGAN DISTILASI VAKUM (CUT MARINA, 2025)