Pengendalian persediaan bahan baku merupakan unsur penting dalam perencanaan produksi pada perusahaan, masalah yang sering dihadapi perusahaan khususnya pada industri perikanan adalah pengendalian bahan baku yang berasal dari ikan seringkali tidak tepat dalam pengadaannya, hal tersebut dikarenakan ikan sangat bergantung pada musim untuk mendapatkannya. dalam pengendalian persediaan ikan cakalang yang telah dilakukan, maka kebutuhan ikan menjadi lebih terkendali. mendapatkan rencana pengendalian persediaan ikan cakalang yang efektif, untuk meminimalisir biaya persediaan, dan mendapatkan total biaya persediaan minimum ikan cakalang pada pt. aljb. pengolahan data yang dilakukan ialah meramalkan penjualan ikan cakalang menggunakan metode peramalan moving average, exponential smoothing, dan winter, sesuai pola data yang terbentuk yaitu pola musiman. selanjutnya menghitung total biaya persediaan bahan baku dengan pendekatan inventori probabilistik. hasil dari penelitian menggunakan pendekatan inventori probabilistik model p back order untuk ikan cakalang ialah interval waktu antar pemesanan selama 7 hari, jumlah inventori maksimum yang diinginkan yaitu 25.676 kilogram, jumlah cadangan pengaman vaitu 5.598 kilogram, jumlah titik pemesanan kembali yaitu pada saat stock mencapai 23.717 kilogram, ukuran lot pemesanan sebesar 1.959 kilogram dan ongkos total optimum sebesar rp. 42.004.321.864,00.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERENCANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN IKAN CAKALANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN INVENTORI PROBABILISTIK (STUDI KASUS : PT. ACEH LAMPULO JAYA BAHARI – BANDA ACEH). Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN INVENTORI PROBABILISTIK ( STUDI KASUS PT. DUNIA BARUSA - TOYOTA BANDA ACEH ) (Dicky Ramadhan Winandar, 2015)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PERSEDIAN SUKU CADANG BERBASIS MEAN TIME TO FAILURE PADA SISTEM INVENTORI PROBABILISTIK UNTUK KOMPONEN AMINE SYSTEM PRE-FILTER (Hudaya Thariq, 2015)