Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Miftahul Khairi, ANALISIS PERBANDINGAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENYIMPANAN DAN PENYEBARAN MUATAN PORNOGRAFI DALAM KUHP DAN UU PORNOGRAFI. Banda Aceh Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala,2017

(ida keumala jeumpa, s.h., m.h.) dalam kuhp pornografi digolongkan dalam tindak pidana kesusilaan, kuhp tidak mengatur secara tegas mengenai setiap tindak pidana pornografi termasuk tindak pidana penyimpanan dan penyebaran muatan pornografi tetapi ada pasal 281-283 yang dapat dikenakan untuk tindak pidana ini. berbeda dengan kuhp, uu pornografi sudah lebih konkrit mengatur setiap jenis tindak pidana baik penyimpanan maupun penyebarannya, namun dalam uu pornografi terdapat permasalahan tentang batasan-batasan pornografi yang kurang jelas, karena tidak semua orang mempunyai pandangan yang sama terhadap porno atau tidaknya sesuatu. dalam kenyataannya banyak orang yang menganggap pornografi sebagai sebuah karya seni dan tidak jarang orang bermata pencaharian dan bekerja dalam bidang tersebut seperti membuat karya-karya film. penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pelarangan penyimpanan dan penyebarluasan muatan pornografi baik perbuatannya, subjek maupun pemidanaannya dalam kuhp dan uu pornografi. untuk memperoleh data di dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan. penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembahasan ini. semua data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbuatan penyimpanan muatan pornografi tidak dapat dipidana jika seseorang menyimpan muatan pornografi tersebut dengan maksud untuk dirinya sendiri atau untuk dinikmati sendiri. perbuatan menyebarkan muatan pornografi tidak hanya berupa lembar-lembar kertas atau semacamnya yang dibagi-bagikan kepada orang banyak, namun juga termasuk membuat dapat diaksesnya oleh khalayak umum. subjek hukum dalam kuhp untuk tindak pidana pornografi dapat berupa orang dewasa dan orang yang belum berumur 17 tahun. sementara, uu pornografi lebih jauh mengatur tentang subjek anak dan badan hukum yakni korporasi. rumusan pemidanaan dalam kuhp untuk tindak pidana penyimpanan dan penyebaran muatan pornografi dapat di jatuhi pidana alternatif yaitu pidana penjara atau denda dengan sanksi yang lebih ringan, sementara dalam uu pornografi rumusan pidana kumulatif yaitu pidana penjara dan/atau denda dengan sanksi pidana yang lebih berat. disarankan supaya baik pasal dalam kuhp maupun uu pornografi dapat diimplementasikan dengan baik. disarankan supaya masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan muatan pornografi.



Abstract



    SERVICES DESK