Indonesia adalah negara agraris dimana pada umumnya perkembangan konstruksi saat ini semakin berkembang, namun harga material furnitur juga semakin mahal, sehingga diperlukan material alternatif yang murah dan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi lainnya. kajian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah proses pembuatan komposit dengan metode hand lay-up dengan perbandingan antara fraksi volume serat sabut kelapa dan perekat polivinil asetat pada komposisi yang berbeda yakni (30% : 70%) , (40% : 60%) dan (50% : 50%). dimana kualitas material komposit limbah serat sabut kelapa menggunakan perekat polivinil asetat terhadap sifat mekanik suatu benda di uji tarik. hasil kekuatan tarik tertinggi terdapat pada fraksi volume 50% adalah 1,023 mpa dan nilai regangannya menurun yaitu 1,67%. sedangkan kekuatan luluh 0,2% offset, nilai tegangan tertinggi pada fraksi volume 50% adalah 804 mpa dan nilai regangannya menurun yaitu 19%. sementara nilai modulus elastisitas terdapat pada komposisi yang berbeda yaitu terdapat pada fraksi volume 30% dengan nilai 890 mpa. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah persentase perekat polivinil asetat yang digunakan maka nilai modulus elastisitasnya semakin tinggi, dan semakin sedikit jumlah persentase perekat polivinil asetat maka nilai kekuatan tariknya semakin tinggi dan nilai regangannya rendah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KUALITAS MATERIAL KOMPOSIT LIMBAH SERAT SABUT KELAPA MENGGUNAKAN PEREKAT POLIVINIL ASETAT (PVAC). Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : PERBANDINGAN KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SERAT PISANG ABAKA DAN KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DENGAN RESIN POLYESTER (AL MIZAN, 2022)
Abstract
Baca Juga : PENENTUAN NILAI KUAT TEKAN MATERIAL KOMPOSIT SERAT BATANG KELAPA SAWIT DENGAN VARIASI KOMPOSISI MATRIK (MUHAMMAD AKRAM RIDIYA, 2023)