Isolasi dan identifikasi bakteri enterik pada feses gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) di pusat konservasi gajah (pkg) saree aceh besar abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jenis bakteri enterik pada feses gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) di pusat konservasi gajah (pkg) saree, aceh besar. sampel feses segar dikoleksi pada pagi hari dari 6 ekor gajah sumatera dengan cara feses langsung diambil dari anus menggunakan swab dan dimasukan dalam nutrient broth lalu disimpan dalam cooler box steril. penelitian ini menggunakan metode carter (1987) yang sudah dimodifikasi. untuk isolasi dan identifikasi bakteri enterik pada feses gajah sumatera. semua sampel feses dikultur pada media macconkey, salmonella shigella agar (ssa), imvic (indol, methyl red, voges-proskauer, sulfid indol motility, simmons citrate), media triple sugar iron agar (tsia), dan uji fermentasi gula-gula (glukosa, laktosa, sukrosa, maltosa). data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif berdasarkan keberadaan bakteri enterik yang terdapat di feses. dari hasil penelitian diketahui bahwa di dalam feses lima ekor gajah sumatera yang berumur di atas enam tahun terdapat lebih dari satu bakteri enterik, sedangkan satu ekor gajah yang berumur satu tahun hanya terdapat satu jenis bakteri enterik. pada gajah bernama midok ditemukan bakteri e. coli dan salmonella sp, pada gajah amoy bakteri e. coli dan salmonella sp, gajah bernama ella ditemukan bakteri enterobacter sp dan salmonella sp, gajah bernama senna bakteri e. coli dan citrobacter sp, gajah bernama osin ditemukan bakteri e. coli dan salmonella sp, dan gajah bernama junaidi ditemukan bakteri e. coli. dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri enterik yang terdapat pada feses gajah sumatera adalah eschericha coli, salmonella sp, enterobacter sp, dan citrobacter sp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENTERIK PADA FESES GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) SAREE ACEH BESAR. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : PREVALENSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA FESES GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) SAREE KABUPATEN ACEH BESAR (ZAKIYATURRIDHA, 2019)
Abstract
Baca Juga : PENANGANAN PAPILLOMA DENGAN METODE KAUTERISASI PADA GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS LAMPUNG (FERNANDO JOSE IMMANUEL CLINTON SITUMORANG, 2018)