Perbandingan kinerja berahi kambing kacang dan kambing nubian yang diinduksi dengan prostaglandin f2 alfa abstrak penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kinerja berahi kambing kacang dan kambing nubian yang diinduksi dengan prostaglandin f2 alfa (pgf2?). dalam penelitian ini digunakan adalah delapan ekor kambing betina yang dibagi atas dua kelompok. kriteria kambing yang digunakan adalah kondisi tubuh sehat secara klinis, sudah pernah beranak, dan berumur 1,5-3,0 tahun. pada kelompok i (ki) terdiri atas tiga ekor kambing kacang dan kelompok ii (kii) terdiri atas lima ekor kambing nubian. seluruh kambing disinkronisasi berahi dengan pgf2? sebanyak 7,5 mg secara intramuskulus dengan pola penyuntikan ganda dengan interval sepuluh hari. deteksi estrus dilakukan tiga kali sehari yakni pada jam 06.00, 12.00, dan 18.00 secara visual dan dibantu dengan pejantan. penilaian intensitas berahi dilakukan dengan metode skoring. data intensitas, onset, dan durasi berahi dianalisis menggunakan menggunakan uji t. intensitas; onset; dan durasi berahi pada ki vs kii masing-masing adalah 2,08±0,52 vs 1,85±0,67; 56,00±34,11 vs 40,80±18,20 jam; dan 24,00±26,15 vs 33,80±9,10 jam (p>0,05). dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja berahi antara kambing kacang dan kambing nubian yang mengalami induksi berahi dengan pgf2?. comparison of estrous performance between kacang and nubian goats induced with prostaglandin f2 alpha abstract the experiment was conducted to compare estrous performance between kacang and nubian goats estrous inducted by prostaglandin f2 alpha (pgf2?). the samples were 8 female goats that were divided into two groups. sampled were selected based on criteria such as clinically healthy, had given birth, and aged 1.5-3.0 years old. group i (ki) consisted of 3 kacang goats and group ii (kii) consisted of 5 nubian goats. all goats were estrous synchronized by pgf2a (lutalyse™, pfizer, belgia) for 7.5 mg intramuscularly with double injection with the interval 10 days apart. estrous observation was done three times a day at 06:00, 12:00, and 18:00 o’clock using both visual observation and buck teaser. the estrous intensity was performed using scoring method. data of intensity, onset and duration were analyzed using t test. the result showed that the rate of intensity; onset; and duration of estrous at ki vs kii were, 2.08±0.52 vs 1.85±0.67; 56.00±34.11 vs 40.80±18.20 hours; and 24.00±26.15 vs 33.80±9.10 hours (p>0.05). in conclusion, there is no difference of estrous performance between kacang and nubian with estrous induction with pgf2?.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN KINERJA BERAHI KAMBING KACANG DAN KAMBING NUBIAN YANG DIINDUKSI DENGAN PROSTAGLANDIN F2 ALFA. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : KINERJA BERAHI KAMBING KACANG (CAPRA HIRCUS) YANG DIINDUKSI PROSTAGLANDIN F2 ALFA ATAU KOMBINASINYA DENGAN GONADOTROPIN RELEASING HORMONE (Almira Dewi, 2017)
Abstract
Baca Juga : EVALUASI PERTUMBUHAN TURUNAN KAMBING BOER - KACANG, PERANAKAN ETAWA DAN ETAWA - KACANG DALAMRNSISTEM PEMELIHARAAN INTENSIF (Meri Juliana, 2024)