Kebahagiaan merupakan hal utama dan menjadi tujuan yang sangat diharapkan dalam sebuah perkawinan, namun dalam perkawinan kadang terdapat ketidakharmonisan yang dapat menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian. angka perceraian di banda aceh yang didominasi oleh cerai gugat atau cerai yang diajukan oleh pihak perempuan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. perempuan yang mengakhiri pernikahan yang penuh tekanan akan mendapatkan peningkatan kebahagiaan setelah perceraian. salah satu hal yang dapat memberikan dampak positif terhadap kebahagiaan pada perempuan adalah jika individu tersebut memiliki anak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada perempuan bercerai yang memiliki anak dan yang tidak memiliki anak di banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60 perempuan bercerai dengan perincian 30 memiliki anak dan 30 tidak memiliki anak. alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari skala kebahagiaan berbasis pendekatan indigenous psychology anggoro dan widhiarso. hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis independent sample t-test menunjukkan nilai thitung=4.455 dan nilai signifikansi p=0.000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA PEREMPUAN BERCERAI YANG MEMILIKI ANAK DAN YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : RELEVANSI PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR TENTANG SUPREMASI AGAMA DALAM NEGARA INDONESIA (Zulfita Rahmi, 2021)
Abstract
Baca Juga : SOSIALISASI NILAI DAN PERILAKU RELIGI PADA ANAK DI LINGKUNGAN MASYARAKAT GAMPONG MEUGIT KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE (FAUZAN ADHIMA, 2019)