Kecepatan angin merupakam acuan dalam pemanfaatan turbin angin sebagai pembangkit listrik dan merupakan variabel utama untuk perhitungan energi aktual suatu lokasi. dengan itu akan di kombinasikan antara sumber energi angin dan energi listrik dari penyedia utama (pln). teknologi pembangkit listrik tenaga hibrida yang merupakan kombinasi dari dua atau lebih energi. sistem pembangkit listrik adalah sebagai energi alternatif yang telah banyak dimanfaatkan di indonesia dan jika dikembangkan dengan tepat. penelitian di awali dengan pengambilan data di daerah saree dengan membandingkan di tiga titik yaitu daerah blang bintang, gampong durung dan di gampong alue naga. telah dihitung dan menganalisa potensi energi angin untuk penyedia utama (pln). dari hasil kajian potensi energi angin sebagai pembangkit listrik di daerah saree diperoleh kecepatan angin di tahun 2014 sebesar 4.53 m/s dengan menghasilkan daya listrik sebesar 315.244 watt/m2, sedangkan 2015 sebesar 4,00 m/s dengan daya listrik sebesar 217.036 watt/m2, dan di tahun 2016 sebesar 4.71 m/s dengan menghasilkan daya listrik sebesar 354.336 watt/m2 dan perbandingannya di daerah blang bintang dengan kecepatan angin sebesar 3,3 m/s dengan menghasilkan daya 121,869 watt/m2. sedangkan di gampong durung dengan kecepatan angin sebesar 3,4 m/s dengan menghasilkan daya 133,287 watt/m2 dan di gampong alue naga dengan kecepatan angin sebesar 4,2 m/s dengan menghasilkan daya 251,247 watt/m2.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POTENSI ENERGI ANGIN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA DI ACEH BESAR. Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : PEMANFAATAN ALTERNATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) (Mirza, 2019)
Abstract
Baca Juga : OPTIMASI SISTEM TENAGA HYBRID SURYA/ANGIN/DIESEL UNTUK PULO PUSONG KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER (rizal fahmi, 2023)