Distribusi tegangan serta deformasi yang terbentuk akibat pembebanan suatu produk dengan berbagai kondisi merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam perancangan. daerah tegangan serta deformasi maksimum yang terbentuk harus menjadi perhatian utama, sehingga dalam penelitian ini akan mendiskusikan tentang analisis kekuatan rangka sepeda dengan lima kondisi pembebanan melalui metode elemen hingga. kondisi pembebanan yang dimaksud antara lain adalah static start-up, steady-state pedaling, vertical dan horizontal impact serta rear wheel breaking. geometri penampang rangka sepeda yang dianalisis dibagi dalam dua bentuk yaitu rangka utama berpenampang profil “t” dan rangka belakang (rear fork) dengan profil penampang “i”. hasil yang diperoleh antara lain adalah untuk kondisi static start-up tegangan maksimum sebesar 18,4 mpa, kondisi steady-state pedaling sebesar 21,98 mpa, kondisi vertical impact sebesar 36,83 mpa dan kondisi rear wheel breaking sebesar 7,84 mpa yang berada di bagian drop out, kondisi horizontal impact sebesar 14,3 mpa. displacement maksimum terletak pada berbeda-beda pada sepeda. namun nilai tertinggi untuk displacement adalah 0,023 mm pada bagian seat tube. nilai tegangan luluh maksimum untuk al6061 adalah 276 mpa yang berarti tegangan yang terjadi pada sepeda pada setiap kondisi adalah aman.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEKUATAN RANGKA SEPEDA PROFIL PENAMPANG "T" PADA RANGKA UTAMA DAN PROFIL "I" PADA RANGKA BELAKANG MENGGUNAKKAN METODE ELEMEN HINGGA. Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2017
Baca Juga : ANALISIS KAPASITAS RANGKA BIDANG (PLANE TRUSS) BAJA HOLLOW YANG DIISI MORTAR FAS 0,4 DENGAN VARIASI UKURAN PROFIL (Armia, 2016)
Abstract
Baca Juga : ANALISA SISTEM PRODUKSI PADA RANGKA SEPEDA GUNUNG DENGAN SISTEM PENGELASAN DAN PEMBENTUKAN LOGAM (Habibi, 2015)