Kanker kepala dan leher merupakan salah satu kanker yang mempunyai angka insidensi dan prevalensi yang tinggi. pengobatan kanker ini masih bertumpu pada 3 cara, yaitu pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan memasukkan cairan kimia ke dalam tubuh yang bersifat sistemik, dan jenis kemoterapi yang paling ampuh adalah cisplatin. penggunaan cisplatin mempunyai beberapa efek samping pada tubuh, salah satunya adalah penurunan pendengaran dikarenakan ototoksisitas. penelitian ini bertujuan untuk melihat status pendengaran dengan menggukanan audiometri pasien kanker kepala dan leher pasca pemberian kemoterapi cisplatin di rsudza banda aceh. jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional, teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 9 pasien. data selanjutnya dianalisa secara univariat. hasil analisa dara menunjukkan bahwa dari 9 pasien yang diperiksa, 4 pasien masih memiliki pendengaran normal, 2 pasien mengalami tuli konduktif, 2 pasien tuli sensorineural, dan 1 tuli campuran. kata kunci : kanker kepala dan leher, kemoterapi cisplatin, status pendengaran
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN STATUS PENDENGARAN PADA PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER PASCA PEMBERIAN KEMOTERAPI CISPLATIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2016
Baca Juga : PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI BERBASIS CISPLATIN PADA PASIEN KANKER DI RSUDZA BANDA ACEH (Lia Shuban Asmuniati, 2014)
Abstract
Baca Juga : TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROK, KEPALA, LEHER (THT-KL) YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI BLUD RSUDZA (Sutrisno Habibi Lbs, 2017)