Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Maulina Wati, TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala,2016

Abstrak maulina wati, 2016 tanggung jawab orang tua dalam kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh anak (suatu penelitian di wilayah hukum kota banda aceh) fakultas hukum universitas syiah kuala (vi,66) pp., bibl. (kadriah, s.h., m.hum) pada dasarnya orang tua harus bertanggung jawab terhadap setiap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya, termasuk dalam hal merugikan orang lain. sebagaimana disebutkan dalam pasal 1367 kuhperdata bahwa seseorang tidak hanya bertanggung jawab terhadap kerugian yang disebabkan olehnya, melainkan juga terhadap orang maupun barang yang ada di bawah pengawasannya. adapun pelaksanaan tanggung jawab orang tua dalam kecelakaan lalu lintas oleh anak yang terjadi di kota banda aceh tidak dilakukan sebagaimana mestinya. penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk tanggung jawab orang tua terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anak, bentuk kerugian terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anak dalam kecelakaan lalu lintas, dan langkah penyelesaian pembayaran ganti rugi yang dilakukan oleh orang tua terhadap pihak ketiga yang mengalami kerugian. untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari serta menganalisa ketentuan-ketentuan perundang-undangan, buku-buku teks, jurnal, artikel, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penulisan ini dan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan yang telah ditentukan. berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa bentuk tanggung jawab orang tua terhadap kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh anak berupa memberikan ganti kerugian kepada pihak yang dirugikan. namun, pada pembayaran ganti kerugian terdapat ketidak sesuaian dengan kerugian yang nyata diderita pihak korban. adapun mengenai bentuk kerugian di sini berupa luka-luka fisik, rusaknya kendaraan bermotor, rusaknya barang-barang bawaan korban, hilangnya pendapatan korban, meninggal dunia, hingga menimbulkan kerugian immateriil berupa rasa takut yang berlebihan. upaya penyelesaian terhadap kerugian yang diderita pihak ketiga dilakukan secara damai, yakni melalui proses negosiasi/musyawarah baik antar para pihak yang berperkara saja maupun melibatkan tokoh masyarakat dan pihak kepolisian yang terhadap kerugiannya dibayarkan secara tunai. kepada orang tua disarankan agar lebih bertanggung jawab yakni dengan memberikan ganti kerugian semaksimal mungkin sesuai dengan kerugian yang diderita oleh korban, kepada pihak pelaku, korban maupun pengguna jalan lainnya disarankan agar lebih mematuhi peraturan lalu lintas dan kepada pihak ketiga disarankan untuk melakukan upaya hukum berupa penyelesaian melalui pengadilan, apabila ganti kerugian yang dibayarkan oleh orang tua tidak sebanding dengan kerugian sebenarnya.



Abstract



    SERVICES DESK