Abstrak lingkungan kerja yang aman dan sehat sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pekerja. pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya sering mendapat tekanan langsung baik dari pekerjaan maupun lingkungan tempat mereka bekerja, salah satunya adalah kebisingan. kebisingan merupakan bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan. national institute for occupational safety and health (niosh) menyebutkan bahwa stressor di lingkungan kerja dapat menimbulkan reaksi psikis, fisiologis dan perilaku. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebisingan terhadap terjadinya stres okupasi pada pekerja di pt. pln (persero) banda aceh. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. total sampel dari penelitian ini adalah 51 orang. kebisingan diukur dengan menggunakan sound level meter dan stres okupasi diukur dengan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas. hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pekerja yang mengalami stres tinggi terdapat di area bising, pekerja yang mengalami stres sedang 77,8% terdapat di area bising dan 22,2% terdapat di area tidak bising, sedangkan yang mengalami stres rendah lebih banyak terdapat di area kerja yang tidak bising yaitu 70,3% dan sisanya 29,7% adalah dari area bising. hasil uji mann-whitney diperoleh nilai p value 0,000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP TERJADINYA STRES OKUPASI PADA PEKERJA DI PT.PLN (PERSERO)BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2016
Baca Juga : IDENTIFIKASI MASALAH STRES KERJA KARYAWAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI PADA PT. PLN (PERSERO) AREA BANDA ACEH) (Siti Wahyu Murni, 2017)