Abstrak tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis dan merupakan masalah kesehatan yang penting di dunia. terapi untuk penyakit tuberkulosis membutuhkan waktu selama 6-8 bulan sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. maka dari itu, apabila penderita tidak patuh minum obat atau putus berobat, justru akan mengakibatkan terjadinya kekebalan ganda terhadap obat anti tuberkulosis. akhirnya akan munculnya faktor predisposisi yang meliputi keyakinan, kepercayaan dan sikap terhadap tingkat kesembuhan. banyaknya angka kejadian dari penyakit tb paru di dunia khususnya indonesia, maka timbul permasalahan seperti terapi yang lama dan kompleks, komplikasi penyakit serta banyak kekhawatiran lain yang dapat menimbulkan potensi munculnya gejala depresi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dengan gejala depresi pada pasien tb paru di rsudza banda aceh. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional survey. sampel pada penelitian ini adalah pasien tb paru yang berobat ke poliklinik dots. pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. hasil uji statistik spearman dengan menggunakan spss 18 menunjukan nilai p=0,000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DENGAN GEJALA DEPRESI PADA PASIEN TB PARU DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2016
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP KETERATURAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (FILZAH BAZLIYA, 2023)