Gastroesophageal reflux disease (gerd) merupakan suatu keadaan berbaliknya (refluks) kandungan lambung ke esofagus melebihi jumlah normal dan menimbulkan berbagai keluhan seperti halitosis dan erosi gigi. sampai saat ini laju aliran saliva pada pasien gerd masih kontroversi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran laju aliran saliva pada pasien terindikasi gasrtoesophageal reflux disease (gerd) di rsudza banda aceh. penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. subjek diseleksi dengan menggunakan kuisioner gerdq dan pengumpulan saliva dengan metode spitting tanpa stimulasi setiap 1 menit selama 5 menit. hasil seleksi didapatkan 17 orang dan laju aliran saliva pada pasien terindikasi gerd sebanyak 14 orang dalam kategori rendah (82,4%) dan 3 orang dalam kategori tinggi (17,6%). disimpulkan bahwa paling banyak pasien terindikasi gerd menunjukkan laju aliran saliva dalam kategori rendah (0,1-0,25 ml/menit).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA TANPA STIMULASI PADA PASIEN TERINDIKASI GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DI RSUD ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (BUNGA FAUZA FITRI AJJAH, 2020)