Lahan merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk pengembangan usaha pertanian. potensi lahan memiliki arti penting dalam pengolahan lahan dan pemanfaatannya. pemanfaatan lahan sebaiknya sesuai dengan potensi lahan yang dimiliki. penelitian ini menggunakan lima parameter dalam menentukan indeks potensi lahan (ipl) yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, curah hujan dan kerawanan bencana banjir. penelitian ini menggunakan metode pengharkatan dan metode tumpang susun. hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta indeks potensi lahan kabupaten pidie jaya. peta tersebut menyajikan lima kelas potensi lahan yang terdiri dari kelas sangat rendah, kelas rendah, kelas sedang, kelas tinggi, dan kelas sangat tinggi. dari hasil penelitian didapatkan bahwa daerah dengan potensi lahan sangat rendah yaitu sebesar 38,19%, daerah dengan potensi lahan rendah yaitu sebesar 35,22%, daerah dengan potensi lahan sedang yaitu sebesar 25,89%, daerah dengan potensi lahan tinggi yaitu sebesar 0,23% dan daerah dengan potensi lahan sangat tinggi yaitu sebesar 0,47%. kecamatan dengan indeks potensi lahan sangat tinggi yang terluas di kabupaten pidie jaya terdapat di kecamatan bandar baru dengan luas 243,43 ha. kata kunci: potensi lahan, sistem informasi geografis, pengharkatan, tumpang susun
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMETAAN INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN PIDIE JAYA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PEMETAAN INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN KABUPATEN ACEH TENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Sri Haryani, 2019)
Abstract
Baca Juga : STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PRIORITAS MITIGASI GEMPA BUMI BERBASIS ANALISIS RISIKO DAN SATUAN KEMAMPUAN LAHAN (STUDI KASUS: KABUPATEN PIDIE JAYA) (Muhammad Nazirurrahman, 2025)