Penelitian ini mengkaji untuk menggabung kedua sistim pengering antara pengering surya dan pengering bahan bakar disebut juga pengering hybrid untuk pengeringan biji kakao.ketika hari cerah dan temperatur udara pemanas yang keluar solar kolektor cukup untuk pengering, hanya pengering solar yang digunakan.apabila kapasitas pengeringan besar, maka untuk mencukupkan energi panas dibantu oleh pembakaran bahan bakar.tetapi jika hari dalam keadaan mendung atau hujan, maka energi pemanas ke ruang pengering hanya energi pembakaran bahan bakar yang digunakan.dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk melihat karakteristik peralatan pengering. alat pengering menggunakan kolektor surya plat datar dengan tambahan pasir hitam dengan ketebalan tertentu. hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan pasir hitam diatas plat datar kolektor setebal 3 cm dapat menghasikan temperatur ruang pengering sebesar 50oc dengan intensitas matahari pada jam 12.00 wib yaitu 875 w/m2. sedangkan sebelum penambahan pasir hitam pada plat kolektor temperatur ruang pengering hanya diperoleh sebesar 40oc, pada jam yang sama dengan intensitas matahari sebesar 791 w/m2. waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan biji kakao kering dengan kandungan air awal 70 % adalah 27 jam dengan hanya menggunakan kolektor surya dengan ketebalan pasir hitam 3 cm, waktu ini dapat dipersingkat menjadi 18 jam dengan menggunakan tambahan panas dari gas lpg. kata kunci: pengering surya, pengering bahan bakar gas lpg, energi pemanas, dan temperatur.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN KARAKTERISTIK PERALATAN PENGERING HYBRID( ENERGI SURYA DAN GAS LPG ) UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO. Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah,2016
Baca Juga : MODIFIKASI DAN UJI KINERJA ALAT PENGERING ENERGI SURYA-HYBRID TIPE RAK UNTUK PENGERINGAN IKAN TERI (RISMAN HANAFI, 2016)
Abstract
Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KAKAO (Abdul Muthalib, 2023)