Kematian orang tua merupakan pengalaman paling berat yang dialami oleh semua orang termasuk remaja. remaja yang mengalami kematian orang tua akan mengalami dukacita dengan tingkat yang berbeda-beda. tinggi rendahnya tingkat dukacita yang dialami oleh remaja akan menentukan mudah atau sulitnya remaja untuk resiliensi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukacita dan resiliensi pada remaja yang mengalami kematian orang tua. teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan subjek berjumlah 78 remaja berusia 12-18 tahun yang mengalami kematian orang tua. data dikumpulkan melalui adaptasi grief and meaning reconstruction inventory (gmri) dan child and youth resilience measure (cyrm). analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment menunjukkan koefisien korelasi r = 0,637, p = 0,000 (p < 0,05). berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukacita dan resiliensi pada remaja yang mengalami kematian orang tua.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN DUKACITA DAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG MENGALAMI KEMATIAN ORANG TUA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA (ANNISA, 2025)
Abstract
Baca Juga : PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 MODEL BANDA ACEH TAHUN 2009 (Wiwin Pahlawaty Munawwarah, 2022)